Tak Terduga, Tokoh-tokoh Israel Justru Dukung Inggris Bela Palestina

- Penulis

Kamis, 10 September 2026 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Keputusan pemerintah Inggris memberlakukan sanksi terhadap aktivitas pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat mendapat dukungan tak terduga dari kalangan tokoh terkemuka di Israel.

Tokoh-tokoh Israel seperti mantan Perdana Menteri Ehud Olmert, David Harel (Ketua Akademi Sains dan Humaniora Israel), Dan Halutz yang merupakan Mantan Kepala Staf Umum Militer Israel, hingga dua mantan menteri Israel Yuli Tamir dan Roni Bar-On, mendukung langkah pemerintah Inggris.

Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband, Selasa (8/9), mengumumkan larangan impor dari permukiman Israel di Tepi Barat serta sanksi terhadap perusahaan dan individu yang terlibat dalam perluasan permukiman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Miliband juga mengumumkan sanksi tambahan terhadap warga Israel ekstremis yang dituduh mendukung atau menghasut kekerasan terhadap warga Palestina.

Selain itu, Inggris akan menolak penerbitan izin ekspor untuk berbagai komoditas yang mendukung keberlanjutan upaya pendudukan oleh Israel, sekaligus mempertahankan penangguhan terhadap 30 izin yang telah ada.

Miliband menyatakan Pemerintah Inggris sepakat bahwa telah terjadi “pembersihan etnis terhadap warga Palestina” di Tepi Barat yang diduduki oleh “teroris pemukim ilegal” Israel.

Dalam keterangan bersama, sejumlah tokoh Israel menyebut keputusan Inggris merupakan “konsekuensi tak terelakkan” dari kegagalan pemerintah dan aparat keamanan Israel.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Prabowo Reshuffle 15 Pejabat: Menkopolkam hingga Menlu

“Sanksi [diberlakukan] terhadap teroris Yahudi, dan bukan terhadap legitimasi negara Israel. Tidak ada dasar bagi pemerintah [Israel] yang menyatakan bahwa keputusan untuk menjatuhkan sanksi terhadap teroris Yahudi merupakan bentuk antisemitisme,” demikian pernyataan resmi tersebut dikutip dari The Guardian.

Inggris, Kanada dan 10 negara Eropa mengambil langkah untuk membatasi kegiatan dagang dengan pemukim ilegal Israel. Negara-negara itu juga mendorong masyarakat internasional mengambil tindakan nyata guna mengakhiri aktivitas yang mendukung keberlanjutan pemukiman ilegal kelompok Israel.

“Seperti banyak warga Israel dan Palestina lainnya, saya bersyukur atas kepemimpinan moral yang berani dari Miliband. Ini adalah awal yang baik. Jangan berhenti,” ucap mantan anggota DPR Israel, Avraham Burg.

Sementara itu, David Harel menolak boikot menyeluruh terhadap negara Israel, namun langkah yang menargetkan pelanggaran konkret di Tepi Barat adalah sah dan mendesak.

“Menghentikan pendudukan [pemukim ilegal Israel] bukan hanya demi warga Palestina. Kita juga sedang berbuat baik untuk kepentingan masa depan Israel sendiri,” ujarnya.

Sumber : cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini
6 Juta Anak Selamat Berkat Polri-BNN Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh
RI Resmi Pangkas Ekspor Gas, Singapura Beri Respons Tak Terduga
Survei Poltracking: Angka Kepercayaan Publik ke Pemerintahan Prabowo 64,8%
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB