JAKARTA – Usia tak menyurutkan langkah Rahman Fajar (45) untuk kembali berburu pekerjaan. Dengan membawa CV dan surat lamaran, ia datang ke kegiatan Job Fair 2026 di GOR Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (22/9/2026).
Rahman datang dengan satu harapan sederhana, yakni mendapatkan pekerjaan.
Ia mengenakan kemeja dan membawa tas berwarna hitam di punggungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rahman bahkan rela menempuh perjalanan menggunakan transportasi umum dari Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat, lalu berjalan kaki menuju lokasi job fair. “Saya ke sini mau melamar pekerjaan,” ujar Rahman saat ditemui di GOR Cengkareng, Selasa.
Bagi Rahman, mencari pekerjaan bukan perkara mudah. Usianya yang kini menginjak 45 tahun menjadi salah satu kendala yang selama ini ia rasakan ketika melamar pekerjaan. Sebelumnya, Rahman pernah bekerja di sebuah pom bensin sebagai petugas yang melayani pengisian bahan bakar untuk konsumen. Namun, perjalanan pekerjaannya tak berlangsung mulus.
Ia pernah mengalami kecelakaan sekitar 2014 atau 2015. Meski sempat tetap bekerja setelah kecelakaan, Rahman akhirnya berhenti bekerja pada 2017.
Sejak saat itu, ia kembali berusaha mencari pekerjaan. Namun, hingga bertahun-tahun kemudian, pekerjaan tetap yang diharapkannya belum juga didapat.
“Ya udah, terus saya nyari-nyari lagi, belum dapat-dapat juga,” katanya. Di tengah sulitnya mendapatkan pekerjaan, Rahman tetap berusaha mencari penghasilan dari berbagai kesempatan.
Ia sempat membantu kegiatan di musala di sekitar tempat tinggalnya. Ketika ada kegiatan seperti acara Maulid, Rahman dipercaya membantu urusan administrasi. Ia membantu ketua, sekretaris, hingga bendahara. Pengalaman itu pula yang membuat Rahman kini membidik pekerjaan sebagai tenaga administrasi. “Kalau sekarang sih saya sih pengennya ngelamar jadi admin,” ucapnya.
Rahman mengaku memiliki kemampuan dasar mengoperasikan komputer, terutama Microsoft Word dan Excel. Kemampuan tersebut menjadi modal yang ia bawa ketika mendatangi job fair.
Ya, saya kemampuan cuma ketik komputer doang. Word sama Excel, itu aja,” tuturnya.
Tak banyak tuntutan yang ia pasang. Jika ada lowongan administrasi, Rahman siap mencoba.
Bila tersedia pekerjaan yang berkaitan dengan keuangan, ia juga mengaku bersedia. Ia datang ke job fair tanpa mengetahui pasti perusahaan mana yang akan menerima dirinya.
“Kalau ada admin, ya saya juga ini. Kalau ada yang minta kayak keuangan gitu sih saya siap-siap aja,” katanya. Kondisi fisiknya juga menjadi tantangan tersendiri. Rahman mengaku pernah mengalami kecelakaan dan saat ini merasakan kondisi tubuh yang membuat orang lain melihat dirinya seperti sedang sakit.
Namun, ia sendiri mengaku belum mengetahui secara pasti kondisi yang dialaminya.
“Saya belum tahu juga sih. Tapi kayaknya enggak berasa apa-apa. Mas bisa lihat saya sakit, padahal badan saya enggak apa-apa,” ujarnya.
Rahman kini tinggal bersama kakaknya. Kedua orangtuanya telah meninggal dunia dan ia belum menikah. Meski perjalanan mencari pekerjaan tidak mudah, Rahman memilih tetap datang dan mencoba. Pagi menjelang siang, ia belum banyak melamar karena baru hendak melihat-lihat lowongan yang tersedia.
Ketika ditanya seberapa optimistis dirinya bisa mendapatkan pekerjaan dari job fair tersebut, Rahman menjawab singkat.
“Ya, saya sih optimis aja deh, optimis dapat kerja,” katanya. Di tengah antrean para pencari kerja lainnya, Rahman berharap ada satu perusahaan yang bersedia memberinya kesempatan. Bukan hanya untuk kembali bekerja, tetapi juga membuktikan bahwa usia 45 tahun bukan alasan untuk berhenti berusaha mencari pekerjaan.
“Harapannya pasti mendapatkan hasil, bisa mendapatkan pekerjaan,” ucap dia.
Sumber: kompas.com











