Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang

- Penulis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot, mengeklaim kemenangan atas pemilu Israel yang digelar pada Selasa (27/10).
Menurut laporan sejumlah media Israel, hasil exit poll menunjukkan blok partai Eisenkot unggul dengan perolehan suara 53-50 atau 52-50 atas blok Perdana Menteri petahana Benjamin Netanyahu.

Meski demikian hasil awal itu belum dapat dipastikan lantaran dalam perhitungan langsung, Netanyahu tercatat sedikit mengungguli Eisenkot dengan perolehan 24-22, 25-23, atau 25-21.

Masing-masing kubu membutuhkan 61 kursi di parlemen untuk membentuk pemerintahan mayoritas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilansir Al Jazeera, Eisenkot menyatakan bahwa hasil exit poll tersebut mencerminkan “kurangnya kepercayaan” terhadap Netanyahu. Eisenkot pun langsung berjanji bakal segera membentuk pemerintahan baru.

Pemimpin oposisi saat ini, Yair Lapid, juga menyuarakan sentimen yang sama.

“Jangan biarkan siapa pun membingungkanmu. Blok Netanyahu telah mengalami kekalahan telak. Ini adalah kehancuran total, dan masyarakat telah meminta mereka untuk pulang,” kata Yair Lapid.

Para pemilih dari kelompok Arab juga menyambut baik hasil sementara tersebut, sementara para pendukung partai sayap kanan sekutu Netanyahu mengungkapkan kekecewaan mereka.

Baca Juga:  Trump Sowan ke Xi Jinping, Bawa Rombongan Elit Dunia ke China

Menteri Luar Negeri Israel sekaligus anggota Partai Likud Netanyahu, mengatakan perayaan yang dilakukan kubu oposisi terlalu dini.

Dua jam setelah hasil exit poll dirilis, Netanyahu belum memberikan pernyataan apa pun kepada publik. Netanyahu telah menjabat sebagai perdana menteri selama hampir 19 tahun dalam 30 tahun terakhir.

Hasil pemilu sementara diperkirakan bakal muncul dalam beberapa jam ke depan, sementara hasil akhir diperkirakan akan keluar dalam beberapa hari mendatang.

Dikutip AP News, hasil yang tidak meyakinkan ini disebut bakal membuat Israel berada dalam ketidakpastian politik. Hasil ini juga memungkinkan Netanyahu untuk tetap berkuasa dalam kapasitas sementara, sementara partai-partai mencoba membentuk koalisi pemerintahan.

Ini menjadi pemilu nasional pertama di Israel pasca-serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu agresi Israel di Jalur Gaza.

Sumber : cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini
6 Juta Anak Selamat Berkat Polri-BNN Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh
RI Resmi Pangkas Ekspor Gas, Singapura Beri Respons Tak Terduga
Survei Poltracking: Angka Kepercayaan Publik ke Pemerintahan Prabowo 64,8%
David Beckham Masuk Bursa Pencalonan Presiden FIFA, Tantang Infantino
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB