Negosiasi Iran-AS di Swiss Selesai, Ini Hasilnya

- Penulis

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Jakarta – Negosiasi teknis antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss telah selesai. Diputuskan bahwa kelompok-kelompok negosiasi akan dibentuk untuk membahas isu-isu nuklir dan sanksi, demikian dilaporkan media pemerintah Iran pada hari Selasa (23/6).

Para negosiator “memutuskan bahwa empat kelompok kerja akan dibentuk: Penghentian Sanksi, Urusan Nuklir, Rekonstruksi dan Pembangunan Ekonomi, serta Pemantauan dan Implementasi,” kata kantor berita pemerintah Iran, IRNA, mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, dilansir kantor berita AFP, Selasa (23/6/2026).

Secara terpisah, kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Selat Hormuz akan dikelola oleh Teheran. Hal ini disampaikannya pada hari Selasa (23/6), setelah pembicaraan yang mendorong untuk mengakhiri perang Amerika Serikat-Israel di republik Islam tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam putaran pertama pembicaraan yang digelar di Swiss pada hari Senin (22/6), Iran dan Amerika Serikat sepakat pada untuk membangun jalur komunikasi untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dan mengakhiri pertempuran di Lebanon.

“Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelum perang dan akan dikelola oleh Republik Islam Iran, sesuai dengan hukum internasional,” kata Ghalibaf saat kembali dari pertemuan tersebut, menurut kantor berita resmi Iran, IRNA, dilansir AFP, Selasa (23/6/2026)

Baca Juga:  ‎Sekda Aceh Hadiri 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026

Dalam sebuah video yang diunggah ke akun Telegram Ghalibaf, ia mengatakan pembicaraan di resor mewah Swiss, Burgenstock tersebut menghasilkan “pencapaian yang baik”.

“Menurut saya, perjalanan ini menghasilkan pencapaian yang baik, terutama mengenai diskusi tentang Selat Hormuz, diskusi tentang Lebanon, masalah pengecualian minyak, dan masalah pencairan dana yang dibekukan,” kata ketua parlemen Iran itu.

Amerika Serikat untuk sementara menangguhkan sanksi terhadap minyak Iran setelah Wakil Presiden JD Vance mengatakan Teheran akan mengizinkan inspektur nuklir PBB untuk kembali ke negara itu, setelah pembicaraan tersebut.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Teheran juga akan mendapatkan beberapa bentuk keringanan sanksi dari Washington, serta pencairan aset.

“Tentu saja, kita percaya bahwa kita masih berada di awal pekerjaan ini dan harus melanjutkan upaya kita,” imbuh Ghalibaf dalam video tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan kepada IRNA, bahwa Teheran tidak bernegosiasi tentang program nuklirnya, dan tidak menerima komitmen baru apa pun dalam pembicaraan dengan AS di Swiss.

Interaksi Iran dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) akan berlanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku, dengan persetujuan parlemen Iran dan keputusan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, tambah Baghaei.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini
6 Juta Anak Selamat Berkat Polri-BNN Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh
RI Resmi Pangkas Ekspor Gas, Singapura Beri Respons Tak Terduga
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB