Iran Tunjuk Negara Arab Ini ‘Pengkhianat’, Bersekutu dengan Israel

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Jakarta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada hari Kamis menuduh Uni Emirat Arab (UEA) memainkan peran aktif dalam perang AS-Israel melawan negaranya. Hal ini dikatakannya dalam sebuah unggahan Telegram saat menghadiri KTT BRICS di India kemarin.

“UEA adalah mitra aktif dalam agresi ini, dan tidak ada keraguan tentang itu,” kata Araghchi dimuat AFP, Jumat (15/5/2026).

Araghchi juga merujuk pada apa yang digambarkan Israel sebagai “pertemuan rahasia” di UEA, yang terjadi selama perang, antara Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dan Presiden Emirat Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Meski sebelumnya, kunjungan itu dibantah Abu Dhabi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya harus mengatakan bahwa UEA terlibat langsung dalam tindakan agresi terhadap negara saya. Ketika agresi ini dimulai, mereka bahkan menolak untuk mengutuknya,” kata Araghchi.

“Juga menjadi jelas bahwa mereka berpartisipasi dalam serangan-serangan ini dan bahkan mungkin telah bertindak langsung melawan kami,” tambahnya.

Dalam pernyataan yang kemudian dimuat oleh kantor berita negara IRNA, Araghchi mengatakan bahwa ia “menasihati perwakilan UEA bahwa rezim Zionis (Israel) dan Amerika Serikat tidak dapat menjamin keamanan mereka”. Ia pun menyebut Abu Dhabi telah “melihat konsekuensi dari keberadaan pangkalan Amerika” di wilayahnya.

Baca Juga:  Trump Kena Batunya, Perang AS-Israel ke Iran Bawa "Kiamat" ke Amerika

“Kami dan Uni Emirat Arab adalah tetangga, kami telah hidup bersama di masa lalu dan kami harus terus hidup bersama di masa depan,” jelasnya.

“Oleh karena itu, kita harus mengubah perspektif kita dan memahami keamanan sebagai kerja sama timbal balik, bukan sebagai kerja sama dengan negara asing,” tambahnya.

Hubungan antara Iran dan UEA telah lama tegang, tetapi ketegangan meningkat sejak 28 Februari ketika serangan AS-Israel memicu serangan balasan Iran terhadap Israel dan sekutu AS di Teluk, termasuk UEA. Gencatan senjata yang rapuh telah berlaku sejak 8 April.

Iran telah berulang kali menuduh negara-negara Teluk mengizinkan pasukan AS untuk melakukan serangan dari wilayah mereka. Negara-negara Teluk pun telah berulang kali membantah tuduhan tersebut, bahkan sebelum konflik terjadi, mereka menyatakan tidak akan mengizinkan wilayah atau ruang udara mereka digunakan untuk menyerang Iran.

Televisi pemerintah Iran telah menayangkan analis yang menuduh UEA terlibat dalam serangan terhadap Iran. Awal bulan ini, UEA menyalahkan Iran atas serangan pesawat tak berawak di instalasi energi di emirat Fujairah di bagian timur, klaim yang dibantah Iran.

Sumber : cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini
6 Juta Anak Selamat Berkat Polri-BNN Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh
RI Resmi Pangkas Ekspor Gas, Singapura Beri Respons Tak Terduga
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB