Iran Tegaskan Selat Hormuz Bebas Dilewati, Tapi Tidak Bagi AS-Israel

- Penulis

Senin, 16 Maret 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Jakarta – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan Selat Hormuz “terbuka” bagi kapal-kapal yang bukan milik Amerika Serikat, Israel, dan sekutu mereka.
“Selat Hormuz hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh Iran. Kepada mereka yang menyerang Iran dan sekutu mereka. Yang lain dipersilakan untuk lewat,” katanya dalam sebuah wawancara dengan MS Now.

Meski demikian dirinya tidak menafikan, banyak negara memilih untuk tidak melewati selat penting tersebut karena faktor keselamatan, yang menurutnya bukan merupakan kesalahan dari Iran.

“Tentu saja, banyak dari mereka lebih memilih untuk tidak lewat karena masalah keamanan. Ini tidak ada hubungannya dengan kami.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Abbas Araghchijuga mengatakan hingga saat ini ada banyak kapal tanker dan kapal lain yang melewati Selat Hormuz.

Diketahui setidaknya ada kapal dari dua negara yang telah melewati Selat Hormuzsecara aman. Kedua negara tersebut adalah India dan China.

Baca Juga:  Menkeu Tegaskan Gaji PNS Tetap Ditransfer ke Rekening Masing-masing

Selat Hormuzdiketahui menjadi bagian integral dari ekonomi dunia, dengan 20% pasokan minyak mentah global melewati selat sempit di wilayah Timur Tengah dan dikuasi Iran tersebut.

Hambatan yang terjadi di Selat ini telah memaksa AS dan negara sekutunya mengeluarkan 400 juta barel cadangan minyak strategis untuk membanjiri pasar demi menekan harga minyak mentah yang telah naik tajam. Harga minyak mentah acuan WTIsaat ini telah naik ke US$ 98 per barel, sedangkan Brent telah mencapai US$ 103 per barel.

Sebelumnya, Iran mengklaim bertanggung jawab atas beberapa serangan terhadap kapal-kapal di dan sekitar jalur minyak vital tersebut, termasuk sebuah kapal Thailand pada hari Rabu. Korps Garda Revolusi Islam sebelumnya mengatakan bahwa setiap kapal yang ingin melewati selat tersebut harus mendapatkan izin dari Iran.

Sumber : cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini
6 Juta Anak Selamat Berkat Polri-BNN Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh
RI Resmi Pangkas Ekspor Gas, Singapura Beri Respons Tak Terduga
Menkeu Tegaskan Gaji PNS Tetap Ditransfer ke Rekening Masing-masing
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB