BIM | PARIS – Prancis mencatat hari terpanas sepanjang sejarah pada Selasa (23/6/2026) di tengah gelombang panas luar biasa yang melanda seluruh Eropa.
Badan Cuaca Prancis, Meteo France, mencatat rata-rata suhu yang diukur di 30 stasiun cuaca telah mencapai rekor baru, yaitu 29,8 derajat Celcius. Rekor panas sebelumnya yang tercatat adalah 29,4 derajat Celcius, yang terjadi pada gelombang panas Agustus 2003 dan Juli 2019.
Meteo France juga menyatakan, suhu siang hari bahkan bisa mencapai di atas 40 derajat Celsius, yang juga tercatat di banyak stasiun cuaca.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Prancis mencatat 40 kematian akibat tenggelam dalam seminggu terakhir, karena orang-orang mencari tempat yang sejuk akibat panas yang menyengat.
Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu mengatakan 40 orang yang meninggal karena tenggelam sejak Kamis (18/6/2026) lalu sebagian besar adalah anak muda.
Meteo France menempatkan 54 daerah atau setengah dari wilayah Prancis, berada di bawah peringatan gelombang panas merah.
Gelombang panas juga melanda bagian lain Eropa dan membuat puluhan juta orang terpapar suhu tinggi yang ekstrem. Dan masalah ini masih jauh dari selesai. Italia, Spanyol, dan Inggris juga telah terkena dampaknya.
Perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia terkait dengan cuaca yang semakin ekstrem, dan proyeksi badan iklim PBB menyatakan, rekor panas akan terus dipecahkan dalam lima tahun ke depan.
*Museum Louvre dan Menara Eiffel Tutup Lebih Awal*
Di Prancis, yang tidak memiliki pendingin udara yang tersebar luas, sekolah-sekolah, transportasi umum, dan acara olahraga sangat terdampak gelombang panas.
Di Paris, Menara Eiffel menyesuaikan jam operasionalnya dengan cuaca yang sangat panas. Tujuan wisata utama ini tutup pada sore hari alih-alih larut malam seperti biasanya.
Selain itu, Museum Louvre juga akan tutup dua jam lebih awal daripada biasanya mulai Rabu (24/6/2026) hingga Sabtu (27/6/2026).
Meskipun sebagian bangunan bersejarah sudah tahan terhadap perubahan iklim, namun museum ini tetap rentan dan tidak cukup beradaptasi dengan perubahan iklim. Penumpukan panas paling besar terjadi menjelang akhir hari dan semakin diperparah oleh jumlah pengunjung yang tinggi.
Kondisi ekstrem diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga akhir pekan, dengan suhu siang hari mencapai di atas 40 derajat Celcius di banyak kota.
“Suhu yang memecahkan rekor lebih lanjut diperkirakan akan terjadi, termasuk beberapa yang dapat melampaui semua rekor sebelumnya, terlepas dari waktu dalam setahun,” kata Meteo France, seperti dikutip dari The Associated Press.
Dinas cuaca tersebut menyatakan gelombang panas ini sangat intens, datang sangat awal di musim panas, tetapi dengan durasi yang masih belum pasti.
Menurut Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa, Eropa adalah benua yang paling cepat memanas di dunia, dengan suhu meningkat dua kali lebih cepat daripada rata-rata global sejak tahun 1980-an.
Selama empat tahun terakhir, lebih dari 200.000 orang di seluruh Eropa meninggal karena penyebab yang berhubungan dengan panas, dan sebagian besar kematian tersebut dapat dicegah.
Suhu di atas rata-rata dapat menyebabkan kelelahan akibat panas dan serangan panas yang mengancam jiwa.
Sumber : kompas.tv











