Diminta Trump Kirim Pasukan ke Selat Hormuz, Eropa Kompak Menolak!

- Penulis

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Brussels – Negara-negara Eropa kompak menolak desakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz. Ditegaskan oleh negara-negara Eropa bahwa mereka tidak berniat untuk terlibat secara militer dalam konflik yang meningkat antara AS dan Israel dengan Iran.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (17/3/2026), mengatakan bahwa negara-negara Uni Eropa “tidak memiliki keinginan untuk secara aktif terlibat dalam aksi militer terhadap Iran”.

Dalam pernyataan yang disampaikan setelah pertemuan para Menteri Luar Negeri (Menlu) Uni Eropa di Brussels, Belgia, Kallas menegaskan bahwa Eropa “tidak tertarik pada perang tanpa akhir”. Dia juga menyebut bahwa perang melawan Iran bukanlah “perangnya Eropa”.

Brussels – Negara-negara Eropa kompak menolak desakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz. Ditegaskan oleh negara-negara Eropa bahwa mereka tidak berniat untuk terlibat secara militer dalam konflik yang meningkat antara AS dan Israel dengan Iran.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (17/3/2026), mengatakan bahwa negara-negara Uni Eropa “tidak memiliki keinginan untuk secara aktif terlibat dalam aksi militer terhadap Iran”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataan yang disampaikan setelah pertemuan para Menteri Luar Negeri (Menlu) Uni Eropa di Brussels, Belgia, Kallas menegaskan bahwa Eropa “tidak tertarik pada perang tanpa akhir”. Dia juga menyebut bahwa perang melawan Iran bukanlah “perangnya Eropa”.

Kallas menyoroti Uni Eropa berfokus pada penguatan keamanan maritim, tetapi juga menegaskan bahwa tidak ada keinginan di antara negara-negara anggota untuk memperluas misi saat ini, seperti Operasi Aspides di Laut Merah atau memperluasnya ke Selat Hormuz.

Baca Juga:  Menteri Purbaya: Ada Surat BNPB, Bea Cukai Bisa Bebaskan Bantuan Diaspora Aceh

“Tidak ada yang ingin secara aktif terlibat dalam perang ini,” tegasnya, sembari menekankan bahwa prioritas Uni Eropa tetaplah menjaga kebebasan navigasi dan mengintensifkan upaya-upaya diplomatik.

Menlu Italia Antonio Tajani menggemakan posisi tersebut, dengan menggarisbawahi bahwa misi Angkatan Laut Uni Eropa yang bertugas mengawal kapal dagang dan operasi antipembajakan, tidak dirancang untuk beroperasi di Selat Hormuz.

“Kami bersedia memperkuat misi-misi ini. Tetapi saya rasa misi-misi tersebut tidak dapat diperluas hingga mencakup Selat Hormuz,” ucapnya.

Jerman juga menolak untuk mengirimkan pasukan ke kawasan Teluk. Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan bahwa Berlin “tidak akan melakukannya” dan menyerukan solusi politik yang cepat untuk konflik tersebut.

Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer juga menolak tekanan AS untuk bergabung dalam upaya militer di Selat Hormuz. Dia menegaskan bahwa Inggris “tidak akan terseret ke dalam perang yang lebih luas”.

Polandia dan Belgia juga menolak seruan AS untuk mengerahkan aset angkatan laut, dan menegaskan kembali fokus pada diplomasi serta stabilitas regional.

Menlu Polandia Radoslaw Sikorski bahkan mengkritik Trump karena menggambarkan NATO terpisah dari AS saat mendesak partisipasi Eropa dalam operasi militer AS di kawasan Teluk. Sementara Menlu Belgia Bart De Wever menegaskan negaranya tidak akan bergabung dalam serangan apa pun bersama AS dan Israel.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini
6 Juta Anak Selamat Berkat Polri-BNN Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh
RI Resmi Pangkas Ekspor Gas, Singapura Beri Respons Tak Terduga
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB