36 WNI Bermasalah Terkait Kasus Scam di Kamboja Tiba di Bandara Soetta

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Jakarta – Sebanyak 36 warga negara Indonesia (WNI) yang berstatus ‘pekerja migran Indonesia bermasalah’ (PMIB) sektor online scam dari Kamboja tiba di Indonesia. Pesawat yang membawa mereka tiba di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten semalam.
Dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Sabtu (31/1/2026),

pemulangan para PMI bermasalah ini merupakan hasil kerja sama Direktorat Pelindungan WNI (Dit PWNI) Kemlu dengan KBRI Phnom Penh. Saat 36 PMI bermasalah ini tiba di Tanah Air pukul 20.10 WIB, mereka langsung diserahkan ke instansi terkait untuk ditangani dan didampingi.

Pemulangan 36 WNI ini merupakan pemulangan gelombang pertama di 2026. Perwakilan dari Kemenkopolkam, KP2MI, Bareskrim Polri dan otorita bandara menyaksikan proses ketibaan para PMI bermasalah ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bersamaan dengan kepulangan mereka, Kemlu kembali menghimbau masyarakat untuk patuh hukum dan aturan terkait bekerja di luar negeri. Kemlu pun mengimbau warga Indonesia menaati seluruh peraturan keimigrasian negara tujuan.

Kemlu menyatakan terus memantau perkembangan situasi di Kamboja. Selain itu, Kemlu terus koordinasi dengan KBRI Phnom Penh untuk memastikan pemulangan seluruh WNI dapat berlangsung aman, cepat, dan terkoordinasi.

Baca Juga:  Nusron Tak Hadiri Rapat DPR 2 Hari Berturut-turut Usai OTT KPK di BPN

Sebelumnya diberitakan KBRI Phnom Penh terus menerima kedatangan WNI yang keluar dari sindikat penipuan online di Kamboja. Terkini sebanyak 1.726 WNI mendatangi KBRI untuk bisa pulang ke Indonesia.

“Sekarang sudah 1.726 WNI yang datang ke KBRI menyampaikan laporan bahwa mereka baru saja keluar dari sindikat penipuan online di Kamboja,” ujar Duta Besar RI di Kamboja Santo Darmosumarto, dalam Zoom Meeting bersama Kemlu RI, Kamis (22/1).

Santo menjelaskan kasus ini tidak hanya terjadi pada WNI, tapi juga warga negara lainnya. Hal itu disebabkan pemerintah Kamboja tengah gencar memberantas penipuan online di negaranya.

“Banyak sekali center-center yang akhirnya menutup operasinya, ketika menutup, maka para WNA yang bekerja pada operasi sindikat kemudian dibiarkan keluar, kemudian banyak di antara mereka berhamburan. Jadi ini bukan masalah eksklusif terhadap WNI, tapi ini masif,” ujarnya.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini
6 Juta Anak Selamat Berkat Polri-BNN Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh
RI Resmi Pangkas Ekspor Gas, Singapura Beri Respons Tak Terduga
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB