Waskita Karya dan Kementerian PU Rampungkan Puluhan Huntara di Aceh Utara, Sudah Mulai Ditempati

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan pembangunan puluhan hunian sementara (huntara) di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh. Sebanyak lima blok hunian yang dibangun di atas lahan seluas 3.643 meter persegi (m²) itu dapat menampung hingga 300 orang.

Saat meninjau lokasi bersama Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko, Menteri PU Dody Hanggodo memastikan kesiapan fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan sebelum Lebaran. Dody menyampaikan, lima blok dengan kapasitas 60 kepala keluarga (KK) telah mulai dihuni. Sementara itu, blok lainnya ditargetkan selesai sebelum Idul Fitri sehingga warga terdampak dapat segera menempati hunian tersebut.

“Sehingga begitu kita selesai membangun, masyarakat bisa langsung masuk,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (26/2/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan tersebut, Dody mengapresiasi kinerja Waskita Karya. Menurutnya, bangunan yang didirikan mampu menghadirkan suasana sejuk dan nyaman bagi para penghuni. “Fasilitasnya (sesuai) standar, lebih nyaman di dalam daripada di sini (di luar huntara). Di sini panas, di dalam tuh dingin malah, nggak gerah. Benar-benar nggak gerah di dalam,” tutur Dody.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menjelaskan, hunian sementara tersebut dibangun menggunakan sistem modular dengan struktur baja ringan sehingga proses konstruksi berlangsung cepat dan efisien, tanpa mengesampingkan kualitas.

Ia menyebut, setiap unit dilengkapi insulated panel untuk menahan panas, serta ventilasi, exhaust fan, dan kipas angin guna menjaga sirkulasi udara tetap baik.

“Pembangunan huntara merupakan wujud komitmen perseroan untuk menghadirkan hunian sementara yang memiliki standar kelayakan dan kualitas terjaga. Kehadiran huntara ini turut mendukung pemulihan layanan dasar bagi warga terdampak bencana,” jelas Ermy. Setiap blok huntara, lanjut dia, juga dilengkapi fasilitas sanitasi, seperti toilet, kamar mandi, dan toilet difabel, serta sistem pembuangan limbah untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Bagi Waskita Karya, kenyamanan para warga di huntara merupakan prioritas utama. Harapan kami, hunian yang dibangun bersama Kementerian PU ini dapat menjadi tempat berkumpul kembali bersama keluarga dan menjalani aktivitas normal,” kata Ermy.

Baca Juga:  Wagub Aceh Hadiri Haul ke-4 Abu Tumin di Dayah Babussalam Blang Bladeh

Untuk memenuhi aktivitas para penghuni, Waskita Karya juga menyediakan dapur bersama di huntara Aceh Utara, dengan akses jalan berjarak 6 meter (m). “Membangun huntara bagi Waskita Karya tidak hanya menghadirkan tempat tinggal, tetapi bagaimana menciptakan harapan baru bagi masyarakat. Kami akan terus hadir menjadi bagian dari upaya pemulihan wilayah bencana bagi masyarakat terdampak,” tegas Ermy. Sementara itu, salah satu warga Aceh Utara, Wani Safrianti mengaku dapat memasak dan menjaga anak dengan nyaman sejak pindah ke huntara. “Sekarang sudah nyaman tinggal di huntara. Sudah tidak panas lagi. Tinggal di sini lebih nyaman dibandingkan di camp (tenda) pengungsian,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Waskita Karya bersama Kementerian PU dalam waktu dekat akan kembali melakukan serah terima huntara di kawasan Aceh Utara 2, Bener Meriah, dan Subulussalam. Sebelumnya, perseroan bersama Danantara telah menyerahkan 96 hunian di Aceh Utara. Selain itu, sebanyak 600 huntara telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang pada Januari 2026.

Sumber : kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
WAGUB ACEH HADIRI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H DAN DOA BERSAMA PERINGATI SATU TAHUN BENCANA BANJIR DAN LONGSOR DI DATARAN TINGGI GAYO
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB