SIGLI – Dibongkarnya aktivitas dua ruko diduga pabrik sabu, di Gampong Ulee Tutue, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Rabu (21/10/2026), sempat menghebohkan warga.
Sebab, di dua toko di pinggir jalan provinsi Beurenuen – Kembang Tanjong, Pidie itu hampir tidak adanya aktivitas. Bahkan pintu depan kedua ruko tersebut selalu tutup atau tidak dibuka.
Kedua ruko tersebut satu atap, dengan tiga ruko lainnya. Hanya tiga ruko yang terbuka pintu. Satu ruko menjual kelontong, satu service elektronik dan satu lagi menjual alat bangunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi dihimpun Serambinews.com, Kamis (22/10/2026), dua ruko yang digerebek polisi diduga memproduksi narkotika jenis sabu. Kedua ruko tersebut disewa sekitar tiga pekan.
Kata warga, setelah disewa, kedua ruko tersebut tidak pernah dibuka. Selain itu, warga pun tidak pernah mengetahui adanya aktivitas di toko tersebut.
Warga hanya mendengar suara aktivitas bengkel las pada malam hari. Bengkel las tersebut terletak di belakang dua ruko, yang jarak sekitar 15 meter.
“Kalau siang bengkel tersebut tidak bekerja. Pekerja bengkel hanya bekerja pada malam hari saja,” jelas seorang warga kepada Serambinews.com, Kamis (22/10/2026).
Warga lainnya, kepada Serambinews.com, mengungkapkan, warga kaget dengan ditemukan di dua ruko tersebut yang diduga digunakan untuk mempoduksi sabu.
Sebab, masyarakat tiap hari melintas di depan dua ruko tersebut, yang memang aktivitas tidak ada sama sekali.
Warga pun tidak curiga dengan pintu toko tutup. Saat ini, di teras dua toko diparkir satu mobil pikap dan dua sepmor.
Saat ini, lokasi dua ruko tersebut yang digerebek polisi itu dijaga ketat personel Brimob Polda Aceh menggunakan senjata laras panjang.
Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana SIK MIK, yang dikonfirmasi Serambinews.com, Kamis (22/10/2026) mengatakan, penggerebekan itu dilakukan tim Bareskrim Polri.
“Untuk informasi di bawah kendali Bareskrim dan BNN Pusat,” ujarnya.
Sumber : serambinews.com











