Pertamina Spill Harga Pertamax Bisa Berkisar Rp 18-20 Ribuan

- Penulis

Sabtu, 12 September 2026 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Masih panasnya konflik yang terjadi di TImur Tengah, khususnya di Selat Hormuz berdampak terhadap fluktuasi harga energi dan minyak mentah dunia. Eskalasi yang tak kunjung mereda ini juga turut berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menilai situasi saat ini jauh lebih pelik dibandingkan masa konflik Ukraina dan Rusia sebelumnya. Dampak dari perang di Timur Tengah membuat harga minyak dunia belum menunjukkan tanda-tanda stabil atau mengalami penurunan signifikan.

“Katanya hari ini harga dunia, BBM juga sedang naik lagi dibandingkan, jadi kalau berharap turun US$ 70 per barel atau US$ 60 per barel sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan mungkin semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera,” ujar Eko dalam acara Pertamax Journey di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menjelaskan jika tren harga minyak global terus bertahan tinggi tanpa adanya indikasi penurunan, harga produk bahan bakar non subsidi, seperti Pertamax bisa berpotensi mengalami penyesuaian hingga ke level Rp 20 ribu per liter.

Baca Juga:  Pendiri Ponpes di Pati Tersangka Perkosa Santri Terancam 15 Tahun Penjara

“Karena kalau tidak kondisi ini akan berdampak seperti sekarang, harga Pertamax dan lain-lain itu akan berkisar antara di angka Rp 18-20 ribuan, karena belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia,” beber Eko.

Sebelumnya, perang antara Amerika Serikat (AS) yang kembali memanas dengan Iran membuat harga minyak dunia melonjak. Pada perdagangan hari Kamis saja sempat tembus US$ 108 per barel. Ini merupakan pertama kalinya harga minyak dunia setinggi ini sejak Mei 2026.

Harga minyak sudah naik lagi di atas US$ 100 per barel minggu ini seiring dengan meningkatnya pertempuran di Selat Hormuz dan Laut Merah. AS dan Iran saling melancarkan serangan, sementara Houthi yang didukung Iran menyerang Arab Saudi dan memicu ketegangan di Selat Bab al-Mandab.

Kondisi ini membuat para pedagang memborong banyak minyak mentah untuk bersiap menghadapi gangguan pasokan yang lebih berkepanjangan, secara otomatis membuat harga komoditas energi yang satu ini terkerek.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
WAGUB ACEH HADIRI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H DAN DOA BERSAMA PERINGATI SATU TAHUN BENCANA BANJIR DAN LONGSOR DI DATARAN TINGGI GAYO
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB