Nilai Tukar Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.680

- Penulis

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan awal pekan dengan bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan tersebut melanjutkan kinerja positif mata uang Garuda dalam tiga perdagangan sebelumnya.
Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Senin (24/8/2026), rupiah terapresiasi 0,03% ke posisi Rp17.680/US$.

Pada perdagangan Jumat (21/8/2026), rupiah ditutup menguat 0,31% ke level Rp17.685/US$. Posisi tersebut menjadi penutupan terkuat rupiah sejak 22 Mei 2026.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,03% ke posisi 98,834.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pergerakan rupiah hari ini masih akan diwarnai dinamika eksternal, terutama tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS, ketegangan di Timur Tengah, dan penantian terhadap arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed).

Pada perdagangan Jumat, yield Treasury tenor 10 tahun naik ke 4,738%, sedangkan tenor 30 tahun mencapai 5,276%. Tingginya imbal hasil obligasi AS dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar dan membatasi ruang penguatan rupiah.

Pasar juga mencermati rencana sanksi baru AS terhadap Iran serta menantikan simposium tahunan The Fed di Jackson Hole pada pekan ini.

Baca Juga:  Sekda Aceh Pimpin Rapat Teknis Pengendalian Inflasi Jelang HKBN

Dari dalam negeri, defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II-2026 membengkak menjadi US$12,49 miliar, dari US$3,58 miliar pada kuartal sebelumnya. Pelebaran tersebut terutama dipicu kenaikan defisit perdagangan migas dan penurunan surplus perdagangan nonmigas.

Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz menilai pelebaran defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) akan membatasi ruang penguatan rupiah.

Semakin besar defisit transaksi berjalan, semakin tinggi pula kebutuhan Indonesia terhadap aliran dana asing untuk menutup kebutuhan pembiayaan eksternal. Kondisi tersebut membuat rupiah rentan mengalami gejolak.

Menurut Irman, level Rp18.000/US$ masih mungkin kembali diuji apabila tekanan global meningkat atau aliran modal asing tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan tersebut.

“Baseline kami masih melihat USD/IDR akhir tahun di kisaran Rp17.900-18.150, sehingga Rp18.000 bukan merupakan tail-risk scenario, tetapi masih berada dalam range fundamental kami,” tuturnya.

Pasar juga akan mencermati proses pemilihan Gubernur Bank Indonesia (BI). Komisi XI DPR dijadwalkan menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Gubernur BI Destry Damayanti pada Rabu (26/8/2026).

Kepastian mengenai kepemimpinan BI menjadi perhatian pasar karena berkaitan dengan kesinambungan kebijakan moneter dan stabilitas rupiah.

Sumber : cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB