Indonesia Diprediksi Dilanda Gelombang Panas per April, Suhu di Atas Normal

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 05:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Asia Tenggara, termasuk Indonesia, berpotensi dilanda gelombang panas yang lebih hangat dari biasanya. Tidak hanya itu, musim panas berisiko meningkatkan permintaan energi untuk bahan bakar dan membebani jaringan listrik. Padahal, saat ini, ketegangan geopolitik akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran telah memperketat pasokan energi di kawasan ini.

Menurut prakiraan musiman terbaru Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC), suhu di sebagian besar wilayah maritim dan daratan Asia Tenggara akan berada di atas rata-rata untuk periode bulan Maret-April-Mei 2026, dilansir dari Bloomberg via Bangkokpost.com, Selasa (9/3/2026). Hasil prakiraan muncul pada Jumat (6/3/2026), ketika perang AS-Israel versus Iran mengganggu transportasi dan produksi di seluruh wilayah tersebut, menyebabkan harga energi melonjak.

Gangguan berkepanjangan akan mengancam pembangkit listrik di Asia Tenggara yang bergantung bahan bakar fosil. Gangguan tersebut kemungkinan terjadi hingga April dan Mei 2026, saat suhu dapat melonjak hingga sangat panas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan proyeksi ASMC untuk periode tiga bulan ke depan, ada kemungkinan 80-100 persen suhu di atas normal di seluruh Indonesia dan Malaysia. Gelombang panas yang tidak biasa itu kemungkinan akan pertama kali melanda kedua negara tersebut.

Bahkan, kemudian fenomena panas tersebut diperkirakan akan meluas ke sebagian besar daratan Asia Tenggara dalam dua bulan berikutnya.

Sebagian besar wilayah Thailand dan Vietnam utara juga diperkirakan akan dilanda gelombang panas. Hanya sebagian kecil di kawasan ini, termasuk Vietnam bagian tenggara, Kamboja, dan beberapa wilayah di Filipina, yang diperkirakan akan mengalami suhu mendekati normal.

importir gas di beberapa bagian blok itu sudah mulai memanfaatkan pasar spot untuk kargo gas alam cair (LNG) usai pemasok utama Qatar menghentikan fasilitas ekspor terbesarnya. Vietnam dan Thailand mengincar pengiriman pada bulan Maret dan April, sedangkan Thailand telah mengubah rencana pengadaan LNG-nya untuk menambah tiga kargo spot pada bulan-bulan tersebut.

Baca Juga:  Sekda Aceh: Hasil Pemeriksaan BPK Jadi Pertimbangan Penting Keberlanjutan Dana Otsus

Singapura, yang mendapatkan lebih dari 40 persen LNG-nya dari Qatar tahun lalu, kemungkinan akan mengalami lonjakan harga listrik pada kuartal kedua. Harga spot gas di Asia berlipat ganda pekan lalu dan tetap tinggi. Para pembeli dari Asia Tenggara akan bersaing dengan pembeli lain di Asia dan Eropa untuk memperebutkan gas yang terbatas.

Musim kemarau di Indonesia terjadi lebih awal

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau tahun 2026 lebih awal.

Kondisi ini dipicu oleh berakhirnya fenomena La Niña Lemah pada Februari 2026, yang kini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Niño pada pertengahan tahun.

Pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan nilai indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada pada angka -0,28 (Netral) dan diprediksi bertahan hingga Juni 2026. Namun, mulai pertengahan tahun peluang munculnya El Niño kategori Lemah-Moderat sebesar 50-60 persen mulai semester kedua tahun ini perlu menjadi perhatian. “Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun,” tutur Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dilansir dari laman resminya.

Peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia) menjadi penanda dimulainya musim kemarau. BMKG mencatat, sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026. Di antaranya, pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.

Sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
WAGUB ACEH HADIRI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H DAN DOA BERSAMA PERINGATI SATU TAHUN BENCANA BANJIR DAN LONGSOR DI DATARAN TINGGI GAYO
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB