Warga Kaget, Dua Ruko di Pidie Diduga Pabrik Sabu, Pintu tak Pernah Buka

- Penulis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIGLI – Dibongkarnya aktivitas dua ruko diduga pabrik sabu, di Gampong Ulee Tutue, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Rabu (21/10/2026), sempat menghebohkan warga.

Sebab, di dua toko di pinggir jalan provinsi Beurenuen – Kembang Tanjong, Pidie itu hampir tidak adanya aktivitas. Bahkan pintu depan kedua ruko tersebut selalu tutup atau tidak dibuka.

Kedua ruko tersebut satu atap, dengan tiga ruko lainnya. Hanya tiga ruko yang terbuka pintu. Satu ruko menjual kelontong, satu service elektronik dan satu lagi menjual alat bangunan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi dihimpun Serambinews.com, Kamis (22/10/2026), dua ruko yang digerebek polisi diduga memproduksi narkotika jenis sabu. Kedua ruko tersebut disewa sekitar tiga pekan.

Kata warga, setelah disewa, kedua ruko tersebut tidak pernah dibuka. Selain itu, warga pun tidak pernah mengetahui adanya aktivitas di toko tersebut.

Warga hanya mendengar suara aktivitas bengkel las pada malam hari. Bengkel las tersebut terletak di belakang dua ruko, yang jarak sekitar 15 meter.

Baca Juga:  Aceh Raih Peringkat 4 Nasional, Wagub Fadhlullah Apresiasi Perjuangan Kafilah

“Kalau siang bengkel tersebut tidak bekerja. Pekerja bengkel hanya bekerja pada malam hari saja,” jelas seorang warga kepada Serambinews.com, Kamis (22/10/2026).

Warga lainnya, kepada Serambinews.com, mengungkapkan, warga kaget dengan ditemukan di dua ruko tersebut yang diduga digunakan untuk mempoduksi sabu.

Sebab, masyarakat tiap hari melintas di depan dua ruko tersebut, yang memang aktivitas tidak ada sama sekali.

Warga pun tidak curiga dengan pintu toko tutup. Saat ini, di teras dua toko diparkir satu mobil pikap dan dua sepmor.

Saat ini, lokasi dua ruko tersebut yang digerebek polisi itu dijaga ketat personel Brimob Polda Aceh menggunakan senjata laras panjang.

Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana SIK MIK, yang dikonfirmasi Serambinews.com, Kamis (22/10/2026) mengatakan, penggerebekan itu dilakukan tim Bareskrim Polri.

“Untuk informasi di bawah kendali Bareskrim dan BNN Pusat,” ujarnya.

Sumber : serambinews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB