KFC Putus Kontrak dengan Pepsi usai 40 Tahun, Diganti Coca-Cola

- Penulis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Jaringan restoran cepat saji KFC menunjuk Coca-Cola sebagai mitra minuman untuk gerai di Amerika Serikat (AS). Keputusan ini mengakhiri kemitraan dengan PepsiCo yang sudah berjalan sekitar empat dekade.
KFC memiliki 3.718 gerai di AS. Produk Coca-Cola dijadwalkan tersedia di gerai KFC AS pada musim semi 2027.

Kabar peralihan ini pertama kali diberitakan The Wall Street Journal dengan mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut. Reuters, Kamis (15/10), menjelaskan nilai kerja samanya tidak diungkap.

Hubungan KFC dan PepsiCo bermula saat PepsiCo mengakuisisi KFC untuk memperluas bisnis ke makanan dan camilan. PepsiCo kemudian melepas KFC pada 1997, tetapi tetap menjadi mitra minuman bagi induknya, Yum Brands.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peralihan ke Coca-Cola hanya berlaku untuk gerai KFC di AS. Juru bicara PepsiCo menyebut Yum Brands dan PepsiCo baru saja memperpanjang perjanjian untuk Taco Bell dan gerai KFC International.

Kontrak untuk Taco Bell dikatakan berlaku untuk 10 tahun.

PepsiCo juga memasok minuman untuk jaringan restoran sandwich Subway dan Jersey Mike’s Subs. Perusahaan itu turut mengelola dispenser soda di Pizza Hut, yang tahun ini keluar dari naungan Yum Brands.

Baca Juga:  Kak Na: MPLS Sarana agar Anak Gemar Bersekolah

Sementara itu, Coca-Cola sudah lama menjadi mitra minuman jaringan restoran burger McDonald’s dan Wendy’s.

Pukulan bagi PepsiCo

Lepasnya KFC AS dinilai bisa menjadi kemunduran bagi PepsiCo, yang tengah berupaya memperbaiki penjualan soda di negara tersebut. Di saat yang sama, bisnis camilan PepsiCo tertekan harga tinggi dan pergeseran konsumen ke produk yang lebih sehat.

Kenaikan biaya juga menambah kekhawatiran CEO PepsiCo Ramon Laguarta, yang awal bulan ini menyebut pemulihan pertumbuhan dan margin memakan waktu lebih lama dari rencana.

PepsiCo juga tengah disorot investor aktivis Elliott Investment Management. Elliott, yang mengungkap kepemilikan sahamnya tahun lalu, meminta PepsiCo menjual aset berkinerja buruk dan memperbaiki kinerja di Amerika Utara.

Jay Woods, kepala strategi pasar Freedom Capital Markets, perusahaan yang memegang saham Coca-Cola, menilai peralihan ini menjadi sinyal buruk bagi PepsiCo.

Sumber : cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB