Viral Fenomena ‘AC Outdoor’ di China Imbas Suhu Ekstrem 51 Derajat

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Jakarta – Fenomena “AC outdoor” menjadi sorotan di China ketika atap gedung-gedung tinggi dipasang sistem pendingin yang memancarkan semprotan kabut air di tengah gelombang panas ekstrem yang menerjang kawasan itu.

Suhu udara di malam hari bisa melampaui 40 derajat Celsius di China. Suhu di Wilayah Ibu Kota Nasional (NCR) seminggu ini bahkan mencapai 51 derajat Celcius.

Pada puncak musim panas, fenomena urban heat island (pulau panas perkotaan) memperparah gelombang panas yang sudah ekstrem.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, apartemen di gedung-gedung bertingkat terasa seperti oven tertutup. Bahkan pada malam hari, kipas angin hingga Air Conditioner (AC) nyaris tidak memberikan kesejukan karena suhu udara tetap bertahan di atas 40 derajat Celsius lama setelah matahari terbenam.

Video yang beredar di platform X dan media sosial lainnya memperlihatkan sistem pendingin kabut (mist cooling system) yang dipasang di atap gedung-gedung tinggi di China. Sistem tersebut diklaim mampu menurunkan suhu lingkungan sekitar hingga 3-6 derajat Celsius.

Baca Juga:  Kak Na: Produk Ecoprint Harus Jadi Alternatif Baru Oleh-oleh Khas Sabang

Namun, NDTV menyatakan belum dapat memverifikasi keaslian video tersebut.

Sistem pendingin kabut luar ruangan merupakan teknologi yang mendinginkan area terbuka atau semi-terbuka dengan menyemprotkan kabut air berukuran sangat halus ke udara.

Teknologi ini bekerja berdasarkan prinsip pendinginan melalui penguapan (evaporative cooling), di mana tetesan air mikroskopis menyerap panas dari udara saat menguap sehingga menurunkan suhu sekitar beberapa derajat. Dengan sistem bertekanan tinggi, kabut tersebut tidak membuat orang maupun permukaan di sekitarnya menjadi basah.

Teknologi ini umum dipasang di kafe, restoran, taman, teras, gudang, hingga lokasi penyelenggaraan acara, terutama saat musim panas.

Dibandingkan pendingin ruangan konvensional, sistem ini mengonsumsi listrik dan air dalam jumlah yang relatif lebih sedikit sehingga menjadi solusi pendinginan luar ruangan yang lebih hemat biaya.

Sumber : cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB