Trump Posting Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan ingin membuat Venezuela menjadi negara bagian ke-51 AS.
Saking ngebetnya, dia bahkan mengunggah (posting) grafik peta yang memasukkan Venezuela sebagai negara bagian AS.

AS diketahui sebagai negara konstitusional federal yang saat ini terdiri atas 50 negara bagian. Dua negara bagian terbaru AS adalah Alaska dan Hawaii yang resmi jadi bagian Negara Paman Sam pada 1959 silam.

Dalam unggahan terbaru di akun media sosialnya, Truth Social, Trump menampilkan gambar Venezuela dengan bendera AS dan label ’51st State’ atau Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengutip dari AFP, unggahan provokatif itu diunggah ketika Trump sedang dalam perjalanan ke China atau sehari setelah Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez menegaskan negaranya tak akan pernah mempertimbangkan untuk menjadi Negara Bagian AS.

Rodriguez merespons pernyataan Trump di Fox News sebelumnya yang mengaku sedang mempertimbangkan negara itu jadi Negara Bagian AS setelah pihaknya menangkap Nicolas Maduro pada Januari lalu.

Di sisi lain, Rodriguez mencairkan hubungan Venezuela dan AS sejak mengambil alih kekuasaan di negara itu. Salah satunya, dengan mengesahkan reformasi yang membuka kembali sektor pertambangan dan minyak Venezuela bagi perusahaan asing — terutama dari AS.

Sementara itu, oposisi Venezuela telah menuntut pemilihan umum untuk mencari pengganti Maduro yang ditangkap AS. Belum ada kejelasan soal kapan pemilu akan diselenggarakan di Venezuela.

Alasan Trump ngebet caplok Venezuela

Dalam percakapan telepon dengan Fox News pada Senin (11/5), Trump blak-blakan mengaku bahwa minyak Venezuela yang bernilai US$40 triliun (sekitar Rp699.690 triliun) begitu menggiurkan dan bahwa dirinya sudah akrab dengan warga negara Amerika Selatan tersebut.

“Venezuela menyukai Trump,” kata Trump kepada Fox News.

Baca Juga:  Gubernur Mualem Dorong Satu Data Aceh Lebih Akurat dan Terintegrasi

Ia lantas mengindikasikan minat untuk “serius” menjadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 AS.

Ini merupakan pernyataan terbaru Trump ingin menganeksasi sebuah negara. Sejak kembali menjabat di Gedung Putih, Trump berulang kali menyatakan ingin mencaplok sejumlah negara dan wilayah, termasuk Kanada, Greenland, Panama, dan Kuba.

Venezuela menjadi yang terbaru dibidik Trump setelah ia meluncurkan operasi militer ke negara tersebut untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro. Maduro ditangkap atas tuduhan narkoterorisme.

Minat Trump terhadap minyak Venezuela mulai santer terdengar setelah penangkapan Maduro. Pasalnya, Trump langsung mengambil minyak Venezuela dan menjual sejumlah pasokannya.

Trump sempat mengatakan bahwa mengamankan pasokan minyak Venezuela dapat membantu menstabilkan perekonomian negara tersebut.

Sebelumnya, Maret lalu Trump juga mengunggah di Truth Social bahwa sesuatu yang baik sedang terjadi di Venezuela.

Usai penangkapan Maduro, para pejabat Gedung Putih bolak-balik ke negara tersebut untuk membuat kesepakatan dengan perusahaan energi dan pertambangan AS. Trump sejak awal ingin agar minyak-minyak Venezuela dikendalikan perusahaan Washington.

Trump juga sempat menyatakan ingin memimpin Venezuela selama negara itu melalui masa transisi.

Menurut Asisten Sekretaris Pers Gedung Putih Olivia Wales, hubungan AS-Venezuela sejak dulu sudah “luar biasa”.

“Seperti yang disampaikan Presiden, hubungan antara Venezuela dengan Amerika Serikat luar biasa,” kata Wales.

“Minyak mulai mengalir dan sejumlah besar uang, yang belum pernah terlihat selama bertahun-tahun, akan membantu rakyat Venezuela,” lanjutnya.

Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez telah menanggapi pernyataan Trump ini. Ia menolak mentah-mentah keinginan Trump untuk menjadikan negaranya sebagai negara bagian AS.

“Kami akan terus membela integritas, kedaulatan, kemerdekaan, dan sejarah kami,” kata Rodriguez kepada wartawan, Senin, seperti dikutip Associated Press.

Sumber : cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB