Pilot dari Jet Tempur AS yang Ditembak Jatuh di Iran Berhasil Diselamatkan

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Washington: Sebuah pesawat jet tempur F-15 milik Amerika Serikat dilaporkan jatuh di wilayah Iran bagian barat, dengan satu pilot berhasil diselamatkan sementara satu anggota kru lainnya masih dalam pencarian.

Informasi awal mengenai insiden ini pertama kali dilaporkan oleh kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat terkait penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Jika terverifikasi, insiden ini akan menjadi kasus pertama pesawat tempur AS yang berhasil dijatuhkan sejak konflik dengan Iran meningkat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam laporan yang dikutip dari BBC, disebutkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan turut menghadapi serangan di lapangan.

“Misi pencarian dan penyelamatan untuk mengevakuasi awak pesawat, yang terdiri dari sebuah jet Warthog dan dua helikopter, mendapat serangan, menyebabkan pilot Warthog melontarkan diri di atas Teluk Persia, tempat mereka kemudian dievakuasi,” demikian laporan CBS News, seperti dikutip BBC, Sabtu, 4 April 2026.

Baca Juga:  Wagub Aceh Bahas Implementasi MoU Helsinki bersama Sekretariat Negara

Pejabat AS menyatakan bahwa helikopter yang terlibat dalam operasi penyelamatan juga menjadi sasaran tembakan dan menyebabkan beberapa personel terluka. Meski demikian, helikopter tersebut dilaporkan berhasil mendarat dengan selamat.

Seluruh personel yang terluka saat ini tengah mendapatkan perawatan medis.

Rekaman video yang diverifikasi oleh BBC menunjukkan aktivitas pesawat dan helikopter yang terbang rendah di atas Provinsi Khuzestan, Iran, yang dinilai sesuai dengan pola operasi pencarian dan penyelamatan tempur.

Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan kemampuan drone dan rudal Iran telah “dihancurkan sepenuhnya”. Namun, insiden ini dinilai menunjukkan bahwa sistem pertahanan Iran masih aktif.

Hingga saat ini, penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk memastikan kronologi serta penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Sumber : metrotvnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini
6 Juta Anak Selamat Berkat Polri-BNN Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh
RI Resmi Pangkas Ekspor Gas, Singapura Beri Respons Tak Terduga
Survei Poltracking: Angka Kepercayaan Publik ke Pemerintahan Prabowo 64,8%
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB