Kabar Terbaru Selat Hormuz: Iran Ajukan Syarat untuk Kapal Lewat, AS-Israel Tetap Dilarang

- Penulis

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | TEHERAN – Pemerintah Iran menyatakan, kapal-kapal yang mereka kategorikan sebagai non-hostile atau yang tidak bermusuhan diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan melalui nota resmi Kementerian Luar Negeri Iran kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO), sebagaimana dilansir AFP.

Meski demikian, akses tersebut diberikan dengan syarat ketat, yakni kapal-kapal tersebut harus mematuhi regulasi keselamatan dan keamanan serta berkoordinasi dengan otoritas terkait.

Dalam komunikator tertulis yang dirilis oleh IMO pada Selasa (24/3/2026), Iran menegaskan posisi mereka mengenai lalu lintas di jalur pelayaran vital tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kapal-kapal non-hostile dapat, sepanjang mereka tidak berpartisipasi maupun mendukung tindakan agresi terhadap Iran, serta sepenuhnya mematuhi peraturan keselamatan dan keamanan yang dinyatakan, mendapat manfaat dari lintasan aman melalui Selat Hormuz dengan berkoordinasi dengan otoritas yang berwenang,” bunyi pernyataan resmi tersebut. Pihak IMO menambahkan bahwa dokumen tertanggal Minggu tersebut disebarkan kepada seluruh negara anggota dan organisasi non-pemerintah atas permintaan Teheran.

Di samping membuka jalur bagi kapal tertentu, Iran secara tegas menutup akses bagi pihak-pihak yang dianggap sebagai agresor. Teheran secara spesifik menyebut Amerika Serikat (AS) dan Israel tidak akan mendapatkan fasilitas lintas damai tersebut. “Peralatan kapal dan aset apa pun milik pihak agresor, yakni AS dan rezim Israel, serta peserta agresi lainnya tidak memenuhi syarat untuk lintasan damai atau non-hostile,” tegas Iran dalam pernyataan yang sama.

Baca Juga:  Sumber Kehidupan Timur Tengah Hilang, Rasulullah Sudah Peringatkan

Iran menyatakan bahwa tanggung jawab atas segala bentuk gangguan, ketidakamanan, atau eskalasi risiko di wilayah perairan kritis tersebut sepenuhnya berada di tangan AS dan Israel.

Teheran menuduh kedua negara tersebut telah mengobarkan perang yang melanggar hukum dan tidak stabil terhadap Iran.

Menurut pernyataan tersebut, tindakan AS dan Israel dianggap telah membahayakan perdamaian dan stabilitas regional serta mengekspos pelayaran internasional terhadap ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kondisi di Selat Hormuz sendiri menjadi perhatian dunia setelah Iran menutup selat tersebut menyusul serangan AS-Israel yang memicu perang pada 28 Februari lalu. Penutupan jalur energi utama ini telah menyebabkan lonjakan harga minyak dan gas global secara signifikan.

Sumber : kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini
6 Juta Anak Selamat Berkat Polri-BNN Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh
RI Resmi Pangkas Ekspor Gas, Singapura Beri Respons Tak Terduga
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB