Basarnas Desak Perusahaan Segera Angkat Bangkai KM Virgo Transport 8: Jangan Tunggu Kami

- Penulis

Senin, 28 September 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mendesak pihak perusahaan pemilik Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 untuk segera mengevakuasi dan mengangkat bangkai kapal yang mengalami kecelakaan di Laut Jawa pada 13 September tersebut.

Langkah tersebut dinilai krusial guna mempermudah dan memaksimalkan proses evakuasi korban yang diduga masih terjebak di dalam kapal.

“Sekarang, kami mengharapkan dan mendorong pihak perusahaan dan asuransi segera itu, segera diangkat kapalnya,” Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana dalam konferensi pers, Minggu (27/9/2026) malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sudayana menegaskan perusahaan tidak perlu menunda proses pengangkatan kapal hanya karena menunggu seluruh proses pencarian dan evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan selesai.

“Jangan menunggu kami, ‘Oh masih Basarnasnya bekerja’, tidak,” tegasnya.

“Silakan diangkat kapalnya sesegera mungkin, sehingga begitu kapalnya diangkat dibalikkan kembali di atas permukaan air, kita sudah bisa dengan leluasa memberikan evakuasi, proses evakuasi,” sambungnya.

Sudayana menambahkan, pimpinan Basarnas juga terus mendorong pihak-pihak terkait agar proses pengangkatan bangkai kapal dapat dilakukan tanpa penundaan.

 

Desakan ini dikeluarkan bukan tanpa alasan. Dia menyebut kondisi di lapangan menunjukkan tim penyelam telah mengerahkan kemampuan terbaik mereka, namun menghadapi keterbatasan fisik dan teknis akibat posisi kapal saat ini.

“Sampai saat ini pimpinan kami terus mendorong itu. Karena apa? Tim penyelam itu sudah maksimal ini, tapi tetap akan berusaha (melakukan pencarian korban),” ujarnya.

Kendala Tim Penyelam

Basarnas mengungkap enam kendala yang dihadapi tim penyelam dalam melakukan operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8, utamanya dalam menyisir bagian dalam bangkai kapal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana menyebut kendala pertama yang dihadapi penyelam adalah perubahan trim atau derajat kemiringan kapal.

“Jadi, kapal ini terus berubah kemiringannya dan ini berpotensi risiko tinggi bagi penyelam apabila sewaktu-waktu stabilitasnya itu tiba-tiba berubah total, nah ini ya pasti keselamatan penyelam itu terancam,” kata Sudayana dalam konferensi pers, Minggu (27/9/2026) malam.

Baca Juga:  Jum'at Berkah Penuh Hikmah, Bunda Salma Yasinan Bersama Guru dan Siswa SMAN 1 Tanah Jambo Aye, Hadiahkan Al-Qur’an dan Alat Olahraga

Kendala kedua terkait struktur dalam kapal yang tidak stabil. Menurut penuturannya, ketika penyelam mencoba masuk sejauh 15 meter ke dalam kapal, kondisi stabilitas kembali berubah.

“Jadi itu sudah diupayakan, namun begitu masuk ke dalam, itu ada perubahan stabilitas di dalam kapal, nah ini sehingga tim penyelam itu tidak berani masuk lagi ke dalam kapal,” jelasnya.

Kendala ketiga, jarak pandang atau visibility yang sangat rendah. Hal itu karena sedimen atau lumpur yang sudah mulai masuk ke dalam kapal.

“Kemudian kendala berikutnya, ada bahaya benda-benda tajam di kapal,” ucap Sudayana.

“Jadi ini juga sangat berisiko karena visibility rendah, kemudian di sana banyak barang-barang yang tajam dan berisiko untuk melukai dan lain-lain. Ini menjadi kendala yang sangat berisiko bagi keselamatan penyelam,” sambung Sudayana.

Kendala kelima yang dihadapi tim penyelam yakni adanya bahan kimia dari tumpahan minyak atau bahan bakar minyak (BBM) dan kontaminasi lainnya.

“Di sana ada kendaraan, nah ini kendaraan-kendaraan ini sudah apa, BBM-nya itu sudah mulai ada yang keluar ya. Nah inilah yang membuat risiko juga bagi penyelam, keselamatannya. Ini tidak berani untuk melaksanakan penyelaman di area-area yang memang sudah mengeluarkan chemical itu,” jelasnya.

Kendala keenam adalah gas density yang hampir mendekati batas aman di kedalaman 27 meter. Kondisi tersebut membuat tim penyelam tidak mempunyai durasi maksimal dalam melakukan penyelaman.

“Misalnya menggunakan dua tabung atau satu tabung tidak bisa maksimal untuk digunakan, hanya paling lama itu dia bisa 20 menit ya. Karena pengaruh gas atau apa namanya ini, gas density yang disampaikan oleh OSC selam ya,” tuturnya.

Berbagai kendala tersebut, kata dia, membuat penyelam belum dapat menjangkau seluruh bagian kapal.

“Jadi ini kendala-kendala yang dihadapi tim penyelam, sehingga tidak bisa semua kompartemen-kompartemen yang ada di kapal itu dimasuki, karena alasan-alasan ini ya,” terangnya.

Sumber : kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB