Dorong Sistem Resi Gudang, Pemerintah Aceh Percepat Hilirisasi Nilam

- Penulis

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Pemerintah Aceh berupaya mewujudkan kestabilan ekosistem hulu bisnis minyak nilam, dan mendorong hilirasi minyak nilam. “Solusinya untuk saat ini adalah penerapan Sistem Resi Gudang (SRG) untuk petani nilam, kemudian mengembangkan hilirisasi minyak nilam,” kata Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), di Banda Aceh, Kamis (23 Juli 2026).

Pernyataan Gubernur Mualem tersebut disampaikan melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi. Dijelaskan bahwa solusi SRG tersebut berasal dari kesimpulan Rapat Koordinasi Hilirisasi Nilam di Ruang Rapat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh, pada Rabu (22 Juli 2026).

Gubernur Mualem, kata Nurlis, memang meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi petani dan pelaku usaha minyak nilam di Aceh. “Itulah sebabnya digelar Rapat Koordinasi Hilirisasi Nilam,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapat yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Teuku Robby Irza, tersebut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Teuku Adi Darma, dan Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh, Zaini.

Selain itu hadir juga Kepala UPTD Balai Pengawas dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (BPDSBTPHP) Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Habiburrahman, serta perwakilan dari Bank Aceh dan PT Razma Agro Jayana (Teungku Razuan).

Rapat Koordinasi Hilirisasi Nilam tersebut, kata Nurlis, membahas dua hal yang paradoks terhadap kenyataan yang dialami para petani dan pelaku bisnis nilam di Aceh. “Di satu sisi permintaan minyak nilam dunia sangat tinggi, namun petani dan pelaku bisnis nilam di Aceh malah kesulitan,” kata Nurlis.

Saat ini permintaan minyak nilam dunia mencapai 2.500 ton pertahun, sedangkan realisasi produksi global sekitar 1.600 ton per tahun. Posisi Indonesia di sini adalah sebagai produsen 90 persen minyak nilam di dunia, sebanyak 30 persen berasal dari Aceh.

Minyak Nilam Aceh dikenal memiliki kualitas unggul dengan kandungan Patchouli Alcohol (PA) yang tinggi, sehingga menjadi standar pencampur (blending agent) bagi minyak nilam dari berbagai negara dan sangat diminati oleh industri parfum, kosmetik, farmasi, serta aromaterapi dunia.

Baca Juga:  OTT KPK di BNPB, 14 Orang Diamankan, Uang Rp 1,4 Miliar dan Emas Batangan Disita

Namun, kata Robby, pengembangan minyak nilam menghadapi berbagai tantangan pada sektor hulu. Antara lain fluktuasi harga, ketidakpastian pasar, keterbatasan akses pembiayaan, dan belum tersedianya standar operasional budidaya yang seragam. Serta belum homogennya kualitas bahan baku akibat pencampuran hasil produksi dari berbagai daerah.

Jadi untuk menyelesaikan masalah tersebut, Rapat Koordinasi Hilirisasi Nilam memberikan sejumlah rekomendasi. “Untuk mengatasi masalah fluktuasi harga karena permainan spekulan, maka diperlukan SRG bagi petani nilam di Aceh. Di sini diperlukan peran pemerintah untuk merealisasikannya,” kata Robby.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar global, kata Robby, maka industri Aceh wajib memenuhi empat persyaratan utama. “Jaminan mutu, jaminan kontinuitas pasokan, praktik perdagangan yang adil, dan sistem ketertelusuran digital,” katanya.

Sudah jelas untuk memenui syarat tersebut maka Aceh membutuhkan industry refinery. “Saat ini, perkembangan industry nilam di Aceh berada pada tahap awal hilir yaitu perencanaan pembangunan industry refinery. Intinya diperlukan industri refinery dan sertifikasi produk melalui SRG,” katanya.

Karena itu, Pemerintah Aceh akan mengusulkan penerapan SRG untuk komoditas Nilam Aceh kepada Kementerian Perdagangan. “Selain itu, melaksanakan pembinaan petani nilam secara terpadu, dan mendorong pembentukan asosiasi atau komunitas Nilam Aceh,” kata Robby.

Poin penting lainnya, adalah memperkuat sinergi sebagai wadah koordinasi petani dan pelaku usaha, sekaligus membentuk tim kerja lintas sektor untuk memperkuat pembinaan, pengawasan, pengembangan industri, serta pemasaran Nilam Aceh secara berkelanjutan.

“Pemerintah Aceh akan memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan masyarakat guna membangun ekosistem industri nilam yang modern, berdaya saing, dan berorientasi ekspor.”

Pemerintah Aceh optimistis bahwa melalui penguatan tata kelola, pengembangan hilirisasi, penerapan SRG, pembangunan industri refinery, serta pembinaan petani secara berkelanjutan, komoditas Nilam Aceh akan semakin berdaya saing di pasar global.

“Memberikan nilai tambah yang lebih besar, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat peran Aceh sebagai salah satu pusat produks minyak nilam berkualitas terbaik di dunia,” kata Robby. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
WAGUB ACEH HADIRI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H DAN DOA BERSAMA PERINGATI SATU TAHUN BENCANA BANJIR DAN LONGSOR DI DATARAN TINGGI GAYO
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB