Ini Penjelasan Pertamina soal Harga Asli Pertalite Rp 18.040 Lebih Mahal dari Pertamax

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | JAKARTA – PT Pertamina (Persero) buka suara terkait ramai pembahasan di media sosial (medsos) mengenai perbandingan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dengan Pertamax. Pada salah satu unggahan di Instagram, netizen atau warganet menunjukkan struk pembelian BBM di salah satu SPBU Pertamina yang menampilkan rincian harga asli Pertalite.

Pada struk dengan transaksi 11 Juni 2026, tertera bahwa pembeli hanya perlu membayar Rp 10.000 per liter dari harga asli Pertalite yang mencapai Rp 18.040 per liter. Artinya, sebesar Rp 8.040 di setiap liternya disubsidi oleh pemerintah.

Harga asli Pertalite pun memicu pertanyaan publik karena terlihat lebih mahal daripada harga jual Pertamax saat ini sebesar Rp 16.250 per liter, seperti di wilayah Jabodetabek. Padahal Pertamax memiliki RON 92, lebih tinggi kualitasnya dari Pertalite yang memiliki RON 90.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara harga keekonomian dengan harga jual BBM di SPBU.

Ia menjelaskan, Pertalite merupakan jenis BBM subsidi yang harganya ditetapkan oleh pemerintah.

Selisih antara harga keekonomian dan harga jual di SPBU pun ditanggung oleh pemerintah. “Program subsidi BBM adalah kewenangan dan ditentukan oleh pemerintah. Subsidi diberikan pada Pertalite, dan Pertamina sebagai operator patuh kepada kebijakan pemerintah,” ujar Roberth kepada Kompas.com, Minggu (14/6/2026).

Sementara itu, Pertamax merupakan jenis BBM nonsubsidi yang harga jualnya semestinya mengikuti fluktuasi pasar. Artinya, Pertamax tidak mendapatkan subsidi selayaknya BBM jenis Pertalite. Roberth menjelaskan, penetapan harga Pertamax merupakan keputusan yang mempertimbangkan berbagai aspek, terutama tren pergerakan harga minyak dunia. Penetapan harga tersebut juga telah dibahas bersama pemerintah.

Baca Juga:  Pj Gubernur Safrizal Cek Layanan dan Kebersihan Samsat Banda Aceh

Ia menuturkan, di tengah tren lonjakan harga minyak dunia, Pertamina sempat menahan harga Pertamax sejak 1 April 2026 di level Rp 12.300 per liter. Keputusan menahan merupakan hasil koordinasi Pertamina dengan pemerintah.

Namun, penyesuaian akhirnya dilakukan pada 10 Juni 2026 dengan kini harga Pertamax menjadi sebesar Rp 16.250 per liter.

“Penyesuaian harga jual Pertamax dalam rangka mengamankan daya beli dan ekonomi, serta menyesuaikan agar beban fiskal pemerintah dan badan usaha tetap kondusif,” kata Roberth. Ia pun mengungkapkan, besaran harga Pertamax Rp 16.250 per liter sejatinya masih berada di bawah harga keekonomian atau harga pasar.

Meski tidak menyebut besarannya, Roberth menekankan jika harga jual Pertamax sepenuhnya mengacu pada harga keekonomian, maka nilainya akan lebih tinggi dibandingkan harga Pertalite.

“Apabila Pertamax mengacu harga keekonomian yang seharusnya, maka akan lebih mahal dari Pertalite tanpa subsidi. Poin pentingnya adalah bahwa harga Pertamax saat ini ada peran pemerintah di dalamnya dan juga Pertamina,” kata dia. Roberth menambahkan, penyesuaian harga BBM pada dasarnya tidak hanya dilakukan Pertamina, tetapi juga oleh badan usaha swasta lainnya karena memang mengikuti pergerakan harga pasar. “Penyesuaian harga juga dilakukan oleh semua badan usaha (SPBU) swasta,” kata dia.

Sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB