Terkuak Misteri Data Jejak Langkah di Smartwatch Kopilot ATR 42-500

- Penulis

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Jakarta – Terungkap misteri data jejak langkah kaki di smartwatch Kopilot Farhan Gunawan yang terhubung ke ponselnya usai ditemukan. Smartwatch tersebut disebut sempat mencatat 13.647 langkah sejak pesawat ATR 42-500 kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Sulsel, namun Basarnas kini mengungkap asal usul data tersebut.
Dirangkum detikcom, Rabu (21/1/2026), keluarga kopilot Farhan Gunawan sempat mengungkap smartwatch milik Farhan masih terpantau aktif usai pesawat ATR 42-500 jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Perangkat itu bahkan merekam adanya pergerakan langkah kaki yang diduga berasal dari Farhan.

Informasi ini disampaikan oleh pihak keluarga, Pitri Keandedes Hasibuan (30) usai menerima informasi dari adiknya Dian Mulyana Hasibuan yang merupakan pacar dari Farhan Gunawan. Menurutnya, ponsel pintar milik Farhan telah ditemukan di Gunung Bulusaraung dan langsung diserahkan oleh tim SAR kepada pihak keluarga sejak Sabtu (17/1).

“Dia (Farhan) kan ada smartwatch, kalau bisa ada yang melacak smartwatch-nya itu dia pakai yang Galaxy, kayak manalah caranya, supaya ada pertolongan yang cari dia,” kata Pitri dilansir detikSulsel, Senin (19/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pitri mengaku smartwatch Farhan teridentifikasi masih aktif berdasarkan pengecekan ponsel korban. Dia berharap temuan itu bisa dijadikan acuan untuk melacak posisi Farhan.

“Karena dari HP dia yang terhubung ke smartwatch-nya itu kan masih bergerak. Kemungkinan kan masih bisa dilacak yah dari situnya,” ujar Pitri.

Pitri mengaku kabar ini diterimanya dari adiknya yang saat ini berada di Bulusaraung untuk memantau proses pencarian yang dilakukan oleh tim SAR. Menurut dia, adiknya itu langsung berangkat ke Makassar usai mendapat kabar pesawat ATR 42-50 mengalami kecelakaan.

“(Informasi smartwatch Farhan aktif) Dari adik saya (Dian), kan adik saya di lokasi sana. Iya lagi di sana, naik ke atas gunung,” ungkap Pitri.

Tim SAR Tak Dengar Suara Minta Tolong

Basarnas menemukan ponsel milik Kopilot Farhan Gunawan setelah pesawat ATR 42-500 jatuh di kawasan Gunung Bulusarung, Pangkep, Sulawesi Selatan. Tim SAR mengungkapkan momen ponsel Farhan ditemukan. Basarnas mengatakan tim tidak mendengar suara minta tolong atau pergerakan di sana.
“Tim kami yang turun di lokasi dan yang menemukan barang ini itu tidak ada sama sekali mendengar atau ada permintaan tolong suara dan lain sebagainya,” ujar Staf Search Mission Coordinator (SMC) Basarnas Arman dilansir detikSulsel, Selasa (20/1/2025).

Arman mengatakan tim pencarian saat itu dibagi dua tim. Satu tim ada di atas tebing dan satu tim lainnya berada di bawah tebing.

Baca Juga:  Mualem Lantik Suhaidi dan Maliki Jadi Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues

“Itu tim yang menuruni tebing. Yang nginap di atas kan masih ada 10 orang. Yang menuruni tebing itu ada 10 orang. Memang tidak ada suara atau permintaan bantuan,” terangnya.

Arman menjelaskan ponsel Kopilot Farhan yang ditemukan sempat diserahkan ke pacar korban, namun ponsel tersebut sudah diserahkan ke Polda Sulsel. Dia juga mengakui adanya aktivitas smartwatch Kopilot Farhan seperti yang diklaim oleh keluarga korban.

“Kami tidak bisa mengatakan bahwa itu ada tanda-tanda kehidupan. Tapi melihat dari kondisi ini, kalau dilihat secara ada pergerakan. Untuk memastikan bahwa itu hidup atau seperti apa, kami belum bisa,” jelasnya.

“Intinya, hp ini kami serahkan (ke Polda) memang kemarin untuk bisa dibuka kuncinya. Karena locknya nggak bisa dimenuhi. Makanya kami buatkan surat pernyataan (pacar korban) supaya bisa dibawa ke Makassar untuk bisa dibuka,” sambungnya.

Terungkap Data Langkah Kaki di Smartwatch Kopilot

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi’i meluruskan informasi terkait rekaman langkah kaki di smartwatch milik kopilot pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan. Syafi’i memastikan data langkah kaki tersebut bukan terekam setelah pesawat jatuh, melainkan data beberapa bulan lalu.
“Terkait dengan pergerakan yang dari smartphone, kita sudah dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan. Dan yang bersangkutan (pihak keluarga korban) sudah dimintai keterangan,” ujar Syafi’i usai rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

“Setelah dibuka, bahwa ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Jogja. Dan itu sudah di-clear-kan tadi pagi,” sambungnya.

Syafi’i mengatakan keluarga Farhan telah menerima penjelasan tersebut. Namun, dia memahami harapan keluarga yang sempat muncul akibat informasi pergerakan langkah kaki tersebut.

“Setelah dibuka, bahwa ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Jogja. Dan itu sudah di-clear-kan tadi pagi,” sambungnya.

Syafi’i mengatakan keluarga Farhan telah menerima penjelasan tersebut. Namun, dia memahami harapan keluarga yang sempat muncul akibat informasi pergerakan langkah kaki tersebut.

“Dari pihak keluarga juga sudah memahami, dan kita juga memahami perasaan keluarga, makanya itu di-broadcast,” tuturnya.

“Mohon doanya saja, kita sudah mengerahkan banyak pesawat, mulai dari pesawat Boeing, ada tiga pesawat helikopter sekarang kita modifikasi cuaca mudah-mudahan cuaca membaik,” imbuh Syafi’i.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
WAGUB ACEH HADIRI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H DAN DOA BERSAMA PERINGATI SATU TAHUN BENCANA BANJIR DAN LONGSOR DI DATARAN TINGGI GAYO
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB