PEMERINTAH ACEH APRESIASI BEROPERASINYA JEMBATAN KRUENG TINGKEUM KUTABLANG

- Penulis

Senin, 21 September 2026 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo atas beroperasinya kembali Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, untuk lalu lintas umum mulai Minggu (20/9/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) atas rampungnya pembangunan jembatan permanen yang menjadi bagian penting dalam pemulihan konektivitas transportasi di jalur nasional Banda Aceh–Medan.

“Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Satgas PRR Bapak Tito Karnavian dan Menteri PU Bapak Dody Hanggodo atas selesainya pembangunan serta beroperasinya Jembatan Krueng Tingkeum untuk masyarakat,” ujar Dek Fadh di sela kunjungan kerjanya di Semarang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dek Fadh mengatakan, beroperasinya kembali jembatan tersebut sangat dinantikan masyarakat Aceh, mengingat Jembatan Krueng Tingkeum memiliki posisi strategis sebagai urat nadi dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta arus transportasi di jalur nasional Banda Aceh–Medan.

Menurutnya, keberadaan jembatan permanen tersebut tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melintas, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa antara Aceh dan Sumatera Utara. Karena itu, Pemerintah Aceh menyambut baik selesainya pembangunan jembatan tersebut sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana.

“Ini tentu sangat berarti bagi masyarakat. Jalur ini merupakan akses utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Aceh dengan Sumatera Utara. Dengan beroperasinya kembali jembatan permanen, kita berharap mobilitas masyarakat dan distribusi barang dapat kembali berjalan lebih lancar,” katanya.

Jembatan Krueng Tingkeum sebelumnya terputus akibat banjir besar yang melanda Kabupaten Bireuen pada November 2025. Selama proses pembangunan kembali, masyarakat dan pengguna jalan mengandalkan jembatan Bailey sebagai jalur sementara dengan sistem buka-tutup arus kendaraan.

Baca Juga:  Gibran: Pemerintah Ingin Pesantren jadi Pelopor Blockchain, Robotik hingga AI

Penggunaan jembatan sementara tersebut menyebabkan arus lalu lintas harus diatur secara bergantian dan pada waktu tertentu menimbulkan antrean kendaraan, terutama karena jalur tersebut merupakan salah satu koridor utama pergerakan orang dan barang di kawasan Aceh dan Sumatera Utara.

Dengan beroperasinya jembatan permanen, Pemerintah Aceh berharap konektivitas transportasi di kawasan tersebut semakin lancar serta memberikan kepastian dan kenyamanan bagi masyarakat dan pelaku distribusi logistik.

Dek Fadh juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan kembali jembatan tersebut. Menurutnya, percepatan pemulihan infrastruktur menjadi bagian penting dalam memastikan aktivitas masyarakat kembali normal setelah terdampak bencana.

“Sekali lagi kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sehingga jembatan ini dapat kembali digunakan. Semoga keberadaan jembatan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di Aceh,” ujar Dek Fadh.

Dek Fadh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI yang sejak awal turut berperan dalam penanganan akses penghubung masyarakat, termasuk pembangunan jembatan darurat sebagai langkah cepat setelah Jembatan Krueng Tingkeum terputus akibat bencana. Menurutnya, kehadiran TNI menjadi bagian penting dalam memastikan akses masyarakat tetap tersedia selama proses pembangunan jembatan permanen berlangsung.
Selain itu, Dek Fadh menyampaikan penghargaan kepada jajaran TNI dan Polri yang telah bersama-sama menjaga kelancaran serta keamanan arus lalu lintas di kawasan jembatan selama masa penggunaan jembatan darurat. “Kita juga menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang sejak awal hadir membantu masyarakat. TNI telah membangun jembatan darurat, sementara TNI dan Polri terus menjaga kelancaran dan keamanan lalu lintas. Semua ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dek Fadh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB