Gibran: Pemerintah Ingin Pesantren jadi Pelopor Blockchain, Robotik hingga AI

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | JAKARTA – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menuturkan bahwa pemerintah ingin pesantren mampu melahirkan para santri yang menguasai teknologi di tengah gempuran era serba digital. “Kita ingin pesantren juga mampu melahirkan para santri yang menguasai teknologi. Baik di bidang pertanian modern, peternakan modern, robotik, blockchain, dan AI,” tutur Gibran dikutip dari tayangan YouTube GibranTV, Sabtu (21/2/2026).

Gibran menuturkan, para santri harus mampu menjadi pencipta peluang dan menjadi pelopor inovasi yang menciptakan solusi. “Serta menjadi bagian dari perubahan tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai akhlak yang selama ini melekat pada diri para santri,” ucapnya.

Menurutnya, pesantren memiliki kekuatan sosial ekonomi untuk masa depan yang terus berakar di tengah masyarakat. “Saat ini ada lebih dari 42.000 pondok pesantren dengan lebih dari 11 juta santri di dalamnya. Ini bukan sekadar angka, ini adalah kekuatan sosial ekonomi masa depan yang berakar di tengah masyarakat serta tumbuh dari tradisi dan semangat perjuangan,” ujar Gibran.

Namun, saat ini masih banyak hal yang harus diperbaiki bersama, mulai dari tata kelola ponpes, aksesibilitas terhadap teknologi dan pelatihan, aksesibilitas permodalan. “Memang masih banyak hal yang harus kita perbaiki bersama. Mulai dari tata kelola pondok pesantren, aksesibilitas terhadap teknologi dan pelatihan, aksesibilitas permodalan untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren,” kata dia.

Di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen kuat dalam pengembangan pondok pesantren dan menjadikan pesantren sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional. Hal itu yang menjadi alasan Kepala Negara membentuk Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama. “Untuk meningkatkan tata kelola layanan pendidikan di pesantren, menginventarisir permasalahan dan mencarikan alternatif solusi terhadap kendala yang dihadapi pesantren, serta mendorong transformasi pesantren menjadi pendorong inovasi dan ekonomi lokal,” jelasnya.

Sumber : kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
WAGUB ACEH HADIRI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H DAN DOA BERSAMA PERINGATI SATU TAHUN BENCANA BANJIR DAN LONGSOR DI DATARAN TINGGI GAYO
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB