LHOKSEUMAWE – Perumda Tirta Pase Aceh Utara pada Jumat (3/10/2026) kembali mensuplai air ke wilayah Banda Sakti, Lhokseumawe, setelah sempat dihentikan selama delapan hari.
Direktur Utama Perumda Tirta Pase Aceh Utara, Imran, kepada Serambinews.com, membenarkan telah mengaktifkan kembali suplai air ke wilayah Banda Sakti Lhokseumawe.
Langkah ini dilakukan atas berbagai pertimbangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diakuinya, sejak pemutusan suplai air ke wilayah Banda Sakti, banyak pelanggan yang mengeluh baik secara langsung kepada dirinya ataupun dengan mendatangi kantor.
Didasari kondisi tersebut, pihaknya pun mengambil kebijakan untuk melakukan perbaikan jaringan, terutama yang rusak akibat adanya proyek pembangunan di wilayah Kota Lhokseumawe.
“Selain kita perbaiki, ada juga jaringan yang terpaksa kita amputasi, karena kurusakannya sudah parah. Artinya, tidak kita pakai lagi untuk menyuplai air,” katanya.
Sehingga akibat langkah amputasi jaringan tersebut, ada beberapa pelanggan yang tetap tidak akan tersuplai air lagi.
“Sejauh ini kita belum mengumpulkan data berapa banyak pelanggan yang tidak tersuplai lagi akibat amputasi jaringan,” katanya.
Namun yang perlu ditegaskan Imran, dari 1.500 pelanggan yang ada di wilayah Banda Sakti, yang masih aktif hanya sekitar 750 pelanggan lagi.
1.500 pelanggan kesulitan air
Diberitakan sebelumnya, Perumda Tirta Pase, pada Jumat(25/9/2026) menghentikan suplai air ke wilayah Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.
Efeknya, sekitar 1.500 pelanggan yang berada di wilayah Banda Sakti, kesulitan mendapatkan air bersih.
Imran saat itu sempat menguraikan, sekitar satu bulan lalu, adanya surat Wali Kota Lhokseumawe yang dtujukan langsung ke Perumda Tirta Pase.
Isi surat untuk meminta agar Perumda Tirta Pase tidak lagi melakukan ekspansi di wilayah Kota Lhokseumawe.
Lalu kedepannya adanya kerja sama.
Beberapa hari kemudian, lanjut Imran, pihaknya pun membalas surat yang intinya memahami keinginan wali kota.
Serta juga dijelaskan kalau diawal dia menjadi Direktur Utama Perumda Tirta Pase, telah menawarkan kerjasma ataupun pengambilan alih jaringan untuk wilayah Kota Lhokseumawe. Namun tidak ada tanggapan lanjutan.
“Serta bila kedepan ingin dilakukan kerjasama, seharusnya itu dibahas antara Pemkab Aceh Utara dan Pemko Lhokseumawe. Karena kami hanyalah operator,” katanya.
Setelah itu atau beberapa hari kemudian, pihaknya kembali mendaparkan surat dari Dinas PUPR Lhokseumawe agar bisa memindahkan jaringan pipa di jalan masuk dan keluar Kota Lhokseumawe, karena adanya pembangunan.
Selain itu, kata Imran, kondisi pipa air di wilayah Banda Sakti sudah banyak yang bocor.
Sehingga terjadi loss setiap hari sekitar 60 persen dari total air yang disuplai ke wilayah Banda Sakti.
Lalu, dari 1.500 pelanggan yang ada di Banda Sakti hanya sekitar 750 pelanggan yang membayar tagihan air. Ini pun sebagiannya dibayar setelah ditagih.
“Saat ini jumlah tunggakan untuk wilayah Banda Sakti sekitar 150 juta, rupiah” katanya.
Artinya, kata Imran, secara ekonomis tidak layak dipertahankan, apalagi tarif masih berlaku selama ini adalah tarif subsidi.
“Jadi, dari berbagai pertimbangan tersebut, maka kita pun ambil kesimpulan untuk menghentikan total suplai air ke wilayah Banda Sakti,” tegasnya.
Sumber : serambimews.com











