Sekda Aceh Dorong Kejelasan Mekanisme Pembersihan Wilayah dan Cash for Work untuk Pemulihan Masyarakat Pasca Bencana

- Penulis

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Banda Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengatakan bahwa kejelasan mekanisme terkait pembersihan wilayah terdampak bencana serta pelaksanaan program cash for work merupakan prioritas utama dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pasca bencana.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekda Aceh saat mengikuti Rapat Koordinasi Lanjutan Persiapan Langkah-Langkah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Merting di Ruang Rapat Sekda Aceh, Kamis (8/1).

Rapat lintas kementerian/lembaga tersebut dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Infrastruktur, Nazib Faizal, dan diikuti oleh perwakilan Kementerian PUPR, ATR/BPN, Perhubungan, Transmigrasi, PKP, PMK, serta seluruh jajaran SKPA terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangannya, Sekda Aceh menyampaikan tanggapan dan perkembangan terbaru terkait proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pasca bencana di Aceh. Ia melaporkan bahwa saat ini Pemerintah Aceh tengah menyusun dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang telah memasuki tahap desk bersama pemerintah kabupaten/kota untuk proses verifikasi dan validasi data.

“Penyusunan R3P saat ini masih terus berjalan. Kendala utama ada pada data rumah rusak ringan dan rusak sedang yang jumlahnya sering berubah setiap hari, bisa bertambah atau berkurang,” ujar Sekda.

Selain itu, Sekda turut menyampaikan aspirasi dan keluhan dari pemerintah kabupaten/kota, khususnya terkait kesulitan relokasi untuk pembangunan hunian tetap (huntap). Ia menyarankan agar pembangunan hunian sementara (huntara) maupun huntap, jika memungkinkan, dapat dilakukan di lahan milik masyarakat di lokasi yang sama.

“Relokasi menjadi tantangan besar karena keterbatasan lahan dan sulitnya mencari lokasi yang luas. Kalau bisa dibangun di tempat yang sama dan aman, itu akan jauh lebih memudahkan,” jelas M. Nasir.

Baca Juga:  Pj Gubernur Safrizal Tinjau Pasar Tani dan Bagikan Doorprize kepada Masyarakat

Lebih lanjut, M. Nasir menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh juga telah mengusulkan Dana Siap Pakai (DSP) ke BNPB sebesar Rp146 miliar, yang seluruhnya dialokasikan untuk kegiatan pembersihan wilayah terdampak, termasuk untuk pengadaan alat berat serta pelaksanaan program cash for work yang melibatkan langsung masyarakat setempat.

Sekda menilai, pendekatan ini tidak hanya berdampak pada percepatan pemulihan fisik wilayah terdampak, tetapi juga memberikan efek sosial dan ekonomi yang signifikan bagi warga yang terdampak bencana, “cash for work ini akan sangat membantu, bukan hanya untuk mempercepat pembersihan lingkungan, tetapi juga memberi penghasilan bagi masyarakat terdampak dari sisi sosial dan ekonomi,” kata Sekda.

Selain DSP, Sekda menyampaikan bahwa Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) juga akan dimanfaatkan pada saat perpanjangan masa tanggap darurat di sejumlah kabupaten/kota terdampak. Penggunaan BTT tersebut juga akan difokuskan pada kebutuhan mendesak masyarakat, terutama logistik dan pembersihan lingkungan.

Dalam rapat tersebut, Sekda juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara kementerian/lembaga dengan Pemerintah Aceh dalam setiap kunjungan maupun kegiatan di lapangan. Menurutnya, koordinasi yang baik, termasuk terkait data, sangat penting agar penanganan pasca bencana tidak tumpang tindih dan benar-benar tepat sasaran.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Kemenko Infrastruktur, Nazib Faizal menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti masukan yang disampaikan Pemerintah Aceh. Ia juga menegaskan kepada seluruh kementerian/lembaga agar setiap kegiatan di kabupaten/kota terdampak selalu berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, termasuk dalam hal pembersihan dan pengelolaan material sisa bencana, agar tidak terjadi misinformasi dan penanganan dapat berjalan dengan lebih efektif. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
WAGUB ACEH HADIRI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H DAN DOA BERSAMA PERINGATI SATU TAHUN BENCANA BANJIR DAN LONGSOR DI DATARAN TINGGI GAYO
Hadiri Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG, Pj. Sekda Aceh Dorong Pembangunan Responsif Gender
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB