RI Jadi Negara ASEAN ke-2 yang Punya Kapal Induk

- Penulis

Senin, 21 September 2026 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Hari Jumat lalu (18/9/2026), Indonesia menyambut kapal induk pertamanya yang merupakan kapal bekas kapal perang Italia. Kedatangannya membuat Indonesia menjadi negara Asean kedua yang memiliki kapal induk.
Kapal induk itu akan diberi nama KRI Sriwijaya, berasal dari nama kerajaan maritim di Sumatera dan diperkirakan bisa beroperasi selama 15-20 tahun ke depan.

Kapal itu memiliki kapasitas lepas landas pendek dan pendaratan vertikal serta helikopter. KRI Sriwiaya dapat menampung 14 helikopter atau lebih bergantung pada ukurannya.

“Kami ingin menggunakannya khususnya pada operasi militer selain perang, meskipun bisa dikerahkan juga dalam misi tempur jika diperlukan,” kata Kepala Angkatan Laut Muhammad Ali, dikutip VN Express, Minggu (20/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu Presiden Prabowo Subianto menjelaskan kapal itu akan digunakan untuk membantu memerangi bencana, yakni kebakaran hutan dan lahan gambut. Dia menjelaskan pemerintah bakal merenovasinya menjadikan kapal induk itu bisa untuk helikopter dan drone.

Baca Juga:  Sekda Aceh Sambut Menko Pangan dan Dua Menteri di Bandara SIM

“Ini bakal membantu respon bencana kita,” ucapnya.

Italia memberikan kapal ITS Giuseppe Garibaldi itu dalam rangka meningkatkan keterlibatan pertahanan dengan Indonesia. Sebenarnya kapal itu bakal dipensiunkan pada 2024 lalu.

Pemberian kapal pada Indonesia juga dapat menghemat biaya penonaktifkan kapal.

Sebelumnya, Thailand telah memiliki kapal induk HTMS Chakri Naruebet. Kapal itu diresmikan pada 1997 setelah dibeli dari Spanyol dengan jet tempur AV-8S Matador. Namun, kapal milik Thailand tersebut kini dimanfaatkan pada misi kemanusiaan karena sudah tidak mengoperasikan jet tempur.

Adapun, HTMS Chakri Naruebet memiliki bobot 11.500 ton, panjang 182 meter, kecepatan 25 knot, serta diawaki 450 personel. Sementara itu, Giuseppe Garibaldi berukuran lebih besar dengan bobot 13.800 ton, panjang 180 meter, kecepatan hingga 30 knot, dan membutuhkan 550 personel.

Sumber : cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB