RI Belum Bisa Pangkas Tarif PPN, Ini Alasan Purbaya

- Penulis

Sabtu, 12 September 2026 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana memangkas tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) seperti sejumlah negara di dunia, termasuk Jepang. Negeri Matahari Terbit ini tengah menyiapkan kebijakan pemotongan pajak konsumsi makanan menjadi 1% selama dua tahun terhitung sejak April 2027.

Purbaya mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi sebelum mengambil keputusan terkait kebijakan perpajakan.

“Belum, tapi saya akan lihat, saya monitor terus,” kata Purbaya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Purbaya, langkah Jepang menurunkan pajak dilakukan karena perekonomiannya sedang menghadapi perlambatan. Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah Jepang untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Sementara itu, Indonesia memilih menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai instrumen lain, seperti subsidi dan program perlindungan sosial. Karena itu, pemerintah belum melihat urgensi untuk memangkas tarif PPN.

Purbaya menekankan, keputusan menurunkan tarif pajak tidak bisa dilakukan secara sederhana karena akan berdampak langsung terhadap penerimaan negara dan kondisi fiskal.

“Enggak bisa lah. Nanti kalau turun, saya dibilang defisitnya membesar. Kan nggak segampang itu. Kalau saya sih maunya 0%, tapi 0% kita nggak punya duit, nanti lu pada ribut, utang semua,” ujarnya.

Baca Juga:  ‎Wagub Aceh Bersama Mendagri dan Mensos Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Aceh Timur

Ia menjelaskan, pemerintah harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga kesehatan fiskal negara. Menurutnya, pembiayaan pembangunan masih membutuhkan utang, namun pertumbuhannya harus tetap terkendali.

Purbaya mengingatkan bahwa penurunan tarif PPN tanpa perhitungan matang berpotensi mengurangi ruang fiskal pemerintah, termasuk untuk menyalurkan berbagai subsidi kepada masyarakat.

“Jadi kita bisa membiayai ekonomi tumbuh, tapi sebagian dengan utang, tapi harus menjaga utangnya nggak tumbuh terlalu besar juga. Sekarang saja udah banyak yang ribut kan, utang mulu katanya,” kata Purbaya.

Ia menegaskan, setiap kebijakan fiskal harus mempertimbangkan dampaknya terhadap penerimaan negara, belanja pemerintah, hingga keberlanjutan program bantuan bagi masyarakat.

“Kalau saya kurangi itu, PPN segala macam tanpa perhitungan yang pas dan ekonominya belum pulih, ya cuma turun saja. Saya nggak bisa kasih subsidi nanti tanpa melewati batas-batas yang dianggap penting. Jadi kita mesti timbang dengan hati-hati semuanya,” pungkasnya.

Sumber : cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
WAGUB ACEH HADIRI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H DAN DOA BERSAMA PERINGATI SATU TAHUN BENCANA BANJIR DAN LONGSOR DI DATARAN TINGGI GAYO
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB