Netanyahu Siap Digulingkan Kawan Sendiri, Parlemen Mau Bubar

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Jakarta – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendapatkan ancaman dari koalisi pemerintahannya. Belum lama ini, mereka mengajukan rancangan undang-undang pembubaran parlemen.

Langkah ini membuka jalan menuju pemilu dini. Artinya jika rancangan undang-undang disahkan, maka Israel akan menggelar pemilu dalam waktu 90 hari setelah pengesahan.

Media Israel melaporkan pemungutan suara pada rancangan aturan kemungkinan dilakukan pada 20 Mei. Kabarnya pengesahan juga hampir pasti terjadi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika benar dan rancangan undang-undang disahkan, pemilu Israel bakal dilakukan mulai pekan ketiga Agustus. Ini lebih cepat dari jadwal akhir masa parlemen pada 27 Oktober 2026.

“Parlemen ke-25 akan dibubarkan sebelum akhir masa jabatannya. Pemilu akan digelar pada tanggal … yang tidak boleh ditetapkan lebih awal dari 90 hari setelah pengesahan undang-undang ini,” demikian isi draf legislasi yang dirilis Likud, dikutip dari The Guardian, Minggu (24/5/2026).

Kabar tersebut terdengar saat parta-partai ultra-Ortodoks mulai kehilangan kesadaran dengan janji politik Netanyahu. Koalisi pemerintah Israel sendiri memang sudah sering dikabarkan rapuh dan kerap terjadi konflik internal.

Salah satu yang dikritik mereka adalah Netanyahu gagal memenuhi janji mengesahkan aturan untuk pengecualian permanen wajib militer pada pria muda di komunitas mereka yang belajar di yeshiva atau seminari agama.

Usulan tersebut diajukan oleh partai yang dipimpin oleh Netanyahu. Namun sebenarnya ketegangan membuat partai-partai oposisi ingin mengajukan proposal sendiri untuk membubarkan parlemen.

Langkah cepat Likud dinilai jadi cara Netanyahu untuk mengambil kendali atas jadwal politik. Selain juga mencegah oposisi mendikte momentum pemilu.

Baca Juga:  Iran Tolak Negosiasi AS, Ajukan 5 Syarat Damai Utama

Pemimpin oposisi utama, Yair Lapid memastikan siap mengikuti pemilu. Dia telah membentuk aliansi politik baru dengan mantan perdana menteri Naftali Bennett bernama Beyahad (Bersama) untuk maju bersama menghadapi Netanyahu nanti.

“Kami siap bersama,” tulis Lapid di platform X.

Kedua orang tersebut telah menjadi pengkritik keras penanganan perang Netanyahu sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Bahkan Lapid mengatakan gencatan senjata terbaru dengan Iran sebagai bencana politik.

Namun nampaknya pemilu baru tetap akan memenangkan Likud. Karena dari jajak pendapat politik yang dirilis lembaga penyiaran publik Israel, kan, menunjukkan partai itu masih jadi preferensi pemilih dan unggul tipis dari Beyahad.

Likud diproyeksikan akan mendapatkan 26 kursi dari 120 kursi di parlemen. Jumlah itu menurun dari 32 kursi yang dimiliki saat ini.

Beyahad kemungkinan mendapatkan 25 kursi. Koalisi itu unggul dari partai Yashar (straight), yakni partai tengah-kanan yang dipimpin mantan kepala militer Israel Gadi Eisenkot.

Karir politik Netanyahu yang berusia 76 tahun bisa dikatakan jadi salah satu yang paling bertahan dalam sejarah Israel. Sejak 1996 sepanjang karir politiknya, dia telah menjadi perdana menteri lebih dari 18 tahun atau yang terlama di negara tersebut.

Namun Netanyahu terpojok saat serangan Hamas tiga tahun lalu. Banyak masyarakat yang menyalahkannya.

Di sisi lain, Netanyahu menjanjikan meraih kemenangan total dari Hamas, Hizbullah di Lebanon, dan Iran. Namun, hingga sekarang janji itu belum ada yang tercapai.

Sumber : cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB