Makin Angkuh, Netanyahu Sebut Kesepakatan Lebanon Sejarah Buat Israel

- Penulis

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Jakarta – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat (AS) dengan Lebanon sebagai pencapaian bersejarah bagi negaranya. Menurut Netanyahu, perjanjian tersebut sekaligus menjadi pukulan bagi dua musuh utama Israel, yakni Iran dan Hizbullah.
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu (28/6), sehari setelah Israel dan Lebanon menandatangani kesepakatan yang membuka jalan menuju perundingan damai.

“Kemarin kami mencapai kesepakatan bersejarah bagi Negara Israel setelah negosiasi langsung antara Israel dan Lebanon,” kata Netanyahu dikutip dari Al Arabiya.

“Ini adalah pukulan bagi Iran dan Hizbullah,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski menyambut kesepakatan tersebut, Netanyahu menegaskan militer Israel tetap akan mempertahankan kehadirannya di zona keamanan yang dibentuk sekitar 10 kilometer di dalam wilayah Lebanon selatan.

Menurut dia, pasukan Israel akan tetap berada di kawasan tersebut hingga Hizbullah dan kelompok bersenjata lain dilucuti sepenuhnya.

“Kami akan tetap berada di wilayah itu sampai Hizbullah dan kelompok teroris lainnya dilucuti senjatanya,” ujar Netanyahu.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Prabowo Reshuffle 15 Pejabat: Menkopolkam hingga Menlu

Ia juga mengklaim bahwa AS dan Lebanon telah mengakui hak Israel untuk mempertahankan zona keamanan di wilayah Lebanon selama langkah tersebut masih diperlukan demi menjamin keamanan negaranya.

“Kami akan terus menguasai zona keamanan ini sampai Hizbullah dan seluruh organisasi teroris lainnya benar-benar dilucuti senjatanya dan tidak lagi menimbulkan ancaman terhadap Israel dari wilayah Lebanon,” katanya.

Kesepakatan yang diumumkan pada Jumat (27/6) itu dimediasi oleh Amerika Serikat dan disebut sebagai langkah awal menuju perundingan damai antara Israel dan Lebanon, dua negara yang secara teknis masih berada dalam kondisi bermusuhan selama beberapa dekade.

Namun, pernyataan Netanyahu mengenai keberlanjutan kehadiran pasukan Israel di wilayah Lebanon berpotensi menjadi tantangan tersendiri bagi implementasi kesepakatan tersebut, mengingat isu kedaulatan wilayah dan perlucutan senjata Hizbullah selama ini menjadi salah satu persoalan paling sensitif dalam hubungan kedua negara.

Sumber : cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini
6 Juta Anak Selamat Berkat Polri-BNN Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh
RI Resmi Pangkas Ekspor Gas, Singapura Beri Respons Tak Terduga
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB