Krisis Makin Parah, Presiden di Ujung Tanduk

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Jakarta – Bolivia kini terjerumus dalam krisis politik dan sosial setelah gelombang demonstrasi akibat krisis ekonomi yang berlangsung hampir sebulan membuat pasokan makanan, bahan bakar, hingga obat-obatan menipis. Presiden Bolivia Rodrigo Paz memperingatkan negaranya kini berada di “titik kritis” di tengah tekanan besar agar dirinya mundur dari jabatan.

Ibu kota politik La Paz dikepung ribuan demonstran dari kalangan pekerja berpenghasilan rendah dan kelompok masyarakat adat. Aksi blokade jalan membuat distribusi logistik lumpuh dan memicu kelangkaan kebutuhan pokok di berbagai wilayah.

“Negara ini membutuhkan ketertiban, dan telah mencapai titik kritis,” kata Paz dalam pidato publik di La Paz, baru-baru ini. Ia kembali menyerukan dialog dengan para demonstran, namun juga membuka peluang tindakan lebih tegas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika mereka tidak menginginkan dialog… maka tidak ada jalan lain,” ujarnya. Paz menegaskan korban jiwa akibat blokade harus dipertanggungjawabkan.

Situasi ini menjadi pukulan besar bagi pemerintahan Paz yang baru berjalan kurang dari enam bulan. Saat dilantik, presiden berhaluan tengah itu sempat dipandang membawa harapan baru bagi Bolivia setelah krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade dan dominasi panjang pemerintahan sosialis.

Namun optimisme itu cepat memudar. Kebijakan penghapusan subsidi bahan bakar membuat harga energi melonjak hampir 90%. Warga juga mengeluhkan kualitas bahan bakar yang disebut merusak kendaraan.

Paz sempat mencoba meredam tekanan dengan menaikkan upah minimum 20%, memberikan bantuan tunai kepada keluarga rentan, hingga mencabut rancangan undang-undang pertanahan kontroversial. Namun langkah itu belum cukup meredakan kemarahan publik dan serikat pekerja.

Baca Juga:  Kak Na: Buah Naga Sabang, Meucrop Barang

“Bukannya tiba-tiba ia diminta mengundurkan diri. Ia punya waktu untuk memberikan solusi atas masalah-masalah ini,” kata pemimpin demonstrasi Mirian Huarina, seperti dikutip media lokal.

Blokade di La Paz memiliki dampak besar karena kota itu sangat bergantung pada akses jalan pegunungan. Ribuan truk pengangkut makanan dan pasokan medis, termasuk oksigen rumah sakit, tertahan di jalan raya.

Menurut laporan media, rak supermarket mulai kosong dari daging sapi, telur, dan buah-buahan, sementara pemerintah sampai menerbangkan ayam bersubsidi menggunakan pesawat militer.

Pemerintah menyebut sedikitnya empat orang meninggal akibat keterlambatan penanganan medis. Rumah sakit masih beroperasi, tetapi mulai membatasi penggunaan persediaan dan memprioritaskan pasien kritis.

Tekanan terhadap Paz juga datang dari parlemen. Kongres Bolivia telah mencabut pembatasan terhadap peran militer dalam menangani kerusuhan sipil, membuka jalan bagi presiden untuk menetapkan keadaan darurat selama 60 hari. Meski demikian, Paz menyebut pengerahan militer hanya akan menjadi “pilihan terakhir”.

Di tengah kekacauan tersebut, mantan Presiden Evo Morales kembali muncul menyerukan pemilu dini. Morales memperingatkan Paz hanya memiliki dua pilihan: “militerisasi” atau pemilu dalam 90 hari. Pemerintah Paz menuding loyalis Morales ikut mendanai demonstrasi, tuduhan yang dibantah kubu mantan presiden itu.

Krisis Bolivia kini juga memicu ketegangan geopolitik di Amerika Latin.

Pemerintah-pemerintah sekutu Presiden AS Donald Trump mendukung Paz dan mengecam aksi protes sebagai upaya destabilisasi.

Sementara itu, Presiden Kolombia Gustavo Petro justru membela demonstrasi tersebut sebagai “perjuangan untuk martabat Amerika Latin”, memicu Bolivia mengusir duta besar Kolombia dari negaranya.

Sumber : cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB