Kepala Daerah Punya Kewenangan Tentukan Presentase WFH ASN yang Terdampak Bencana

- Penulis

Senin, 7 September 2026 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan kewenangan penuh bagi kepala daerah untuk menentukan presentase work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sesuai dengan tingkat risiko wilayahnya. “Termasuk juga kalau pemerintah kabupaten atau kota melihat bahwa aspek kesehatan dan aspek keamanan di daerah itu bagi masyarakat, termasuk bagi ASN, bisa terganggu, maka work from home bisa dilakukan sebagian, seperti yang sering kita lakukan, misalnya 50 persen,” kata Tito dalam konferensi pers yang digelar daring, Minggu (6/9/2026).

Meski demikian, Tito mengimbau agar layanan publik utama yang menyangkut hajat hidup orang banyak dipastikan harus tetap beroperasi secara optimal. Misalnya, ASN di sektor kesehatan, pemadam kebakaran, dan lain-lain.

“Ada hal-hal yang memang harus tetap dilakukan,” ujarnya. Sementara itu, untuk sektor kerja dengan tingkat risiko tinggi, tapi tidak mengganggu layanan masyarakat, porsi WFH dapat ditingkatkan hingga penuh.

Tito mengimbau seluruh pihak tidak lengah dan terus memantau perkembangan situasi terkini mengingat kondisi bencana yang dinamis.

“Tetapi sekali lagi, kita semua tetap mengikuti dengan sangat intens karena ada hal-hal yang kadang-kadang tidak bisa kita duga,” ujar Tito.

Guna memastikan setiap kebijakan berbasis pada data terpercaya, ia mendorong pemerintah daerah (pemda) selalu berkoordinasi secara berkala dengan lembaga resmi penanggulangan bencana dan pemantau kondisi alam. Koordinasi antarlembaga tersebut dinilai sangat krusial untuk mengukur sejauh mana tingkat kerawanan dan risiko bahaya yang dapat berdampak pada masyarakat maupun roda pemerintahan.

“Nah, ini harus kita lakukan komunikasi terus-menerus. Sekali lagi, tujuannya untuk mengetahui seberapa berbahaya atau seberapa rawan terhadap kesehatan masyarakat dan keamanan masyarakat di berbagai sektor, termasuk sektor administrasi pemerintahan,” tutur Tito.

Sumber: Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
WAGUB ACEH HADIRI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H DAN DOA BERSAMA PERINGATI SATU TAHUN BENCANA BANJIR DAN LONGSOR DI DATARAN TINGGI GAYO
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB