Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Angkat Bicara Setelah Trump Tangguhkan Visa 75 Negara

- Penulis

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | KOMPAS.com – Ajang sepak bola global terbesar, Piala Dunia 2026 diwarnai berbagai dinamika menjelang hari pelaksanaannya. Sebagai informasi, panggung elite yang mempertemukan 48 bangsa tersebut bakal berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Di balik sederet persiapan yang terus dimatangkan, isu kebijakan imigrasi Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah mencuri sorotan publik internasional. Beberapa bulan menjelang turnamen, pemerintahan Amerika Serikat di bawah Donald Trump mengumumkan penangguhan visa imigran tanpa batas waktu (indefinite immigrant visa suspension) terhadap 75 negara, sebagaimana dilaporkan Unilad.com, Jumat (16/1/2026).

Sebuah kebijakan yang bisa berpotensi mempengaruhi mobilitas penonton dari berbagai penjuru dunia. Di tengah pengetatan tersebut, FIFA mulai angkat bicara sekaligus merilis jumlah permintaan ratusan tiket yang masuk. Bagaimana rinciannya?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Donald Trump perketat visa 75 negara Keputusan otoritas Amerika Serikat yang memperketat visa bisa menimbulkan dampak luas secara global. Kebijakan penangguhan visa imigran ini baru saja diumumkan awal pekan ini, lewat akun X (entitas baru Twitter) Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), pada 14 Januari 2026.

Kementerian Luar Negeri akan menghentikan sementara pemrosesan visa imigran dari 75 negara yang warganya dianggap mengambil manfaat kesejahteraan dari rakyat Amerika dalam tingkat yang tidak dapat diterima,” tulis mereka. Dalam hal ini, pemerintahan AS akan memberlakukan pengetatan visa ini hingga pihak berwenang merasa imigran tidak akan mengambil keuntungan dari rakyat setempat.

Dengan kata lain, belum ada kepastian jelas kapan penangguhan ini dicabut oleh AS.

“Pembekuan ini akan tetap berlaku hingga AS dapat memastikan bahwa imigran baru tidak akan mengambil kekayaan dari rakyat Amerika,” lanjutnya. Regulasi Trump ini berpotensi memengaruhi para penonton yang berniat untuk terbang ke AS demi menyaksikan magisnya pertandingan Piala Dunia 2026.

Berlaku 21 Januari, ini daftar 75 negara yang visanya ditangguhkan AS Kebijakan penangguhan visa dari 75 negara akan diimplementasikan mulai 21 Januari 2026 mendatang, merujuk pada laporan Unilad, Kamis (15/1/2026). Mulai minggu depan, inilah daftar 75 negara yang diperketat visanya. Afghanistan Albania Algeria Antigua and Barbuda Armenia Azerbaijan Bahamas Bangladesh Barbados Belarus Belize Bhutan Bosnia and Herzegovina Brazil Burma Cambodia Cameroon Cape Verde Colombia Cote d’Ivoire Cuba Democratic Republic of the Congo Dominica Egypt Eritrea Ethiopia Fiji The Gambia Georgia Ghana Grenada Guatemala Guinea Haiti Iran Iraq Jamaica Jordan Kazakhstan Kosovo Kuwait Kyrgyz Republic Laos Lebanon Liberia Libya Moldova Mongolia Montenegro Morocco Nepal Nicaragua Nigeria North Macedonia Pakistan Republic of the Congo Russia Rwanda Saint Kitts and Nevis Saint Lucia Saint Vincent and the Grenadines Senegal Sierra Leone Somalia South Sudan Sudan Syria Tanzania Thailand Togo Tunisia Uganda Uruguay Uzbekistan Yemen.

Baca Juga:  Marc Marquez: Andai Tak Pecah Ban, Aku Mungkin Finis Kedua

Respons FIFA Di tengah pengetatan visa oleh negara Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah,

FIFA menyampaikan respons terhadap dampak dari kebijakan tersebut. Dalam kesempatan ini, FIFA merilis gelombang pemesanan tiket sebanyak 500 juta permintaan dalam 33 hari terakhir. Lewat siaran persnya, permintaan tiket terbanyak berasal dari Jerman, Inggris, Brasil, Spanyol, Portugal, Argentina, dan Kolombia, selain tiga negara tuan rumah.

Tapi sayangnya, pemohon dari Kolombia dan Brasil mendapat kabar kurang mengenakkan, mengingat mereka masuk list negara yang visanya ditangguhkan oleh AS.

Kendati demikian, pengetatan ini tidak berlaku untuk visa non-imigran (non-immigrant), termasuk visa turis (temporary tourist) atau visa bisnis (business). Artinya, peluang masuk ke venue pertandingan masih terbuka. Untuk melayani dan memastikan pecinta sepak bola bisa masuk, FIFA mengumumkan layanan FIFA Priority Appointment Scheduling System (FIFA PASS), belum lama ini.

Sistem ini memungkinkan pemegang tiket Piala Dunia 2026 yang sah memperoleh akses prioritas jadwal wawancara visa menjelang turnamen. Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan, skema ini merupakan komitmen penyelenggara untuk menjadikan Piala Dunia bersifat inklusif. Dengan kata lain, terbuka bagi semua pihak.

“Amerika menyambut dunia. Kami selalu menyatakan bahwa ini akan menjadi Piala Dunia FIFA terbesar dan paling inklusif dalam sejarah dan layanan FIFA PASS adalah contoh nyata dari komitmen tersebut,” jelasnya. Apresiasi tinggi juga disampaikan Infantino kepada pemerintahan Amerika Serikat atas dukungannya terhadap pelaksanaan Piala Dunia 2026.

“Saya menyampaikan terima kasih tulus kepada Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem, Direktur Eksekutif Andrew Giuliani, serta Satuan Tugas Gedung Putih atas dukungan luar biasa mereka,” ucapnya.

“Amerika Serikat bersiap menyambut penggemar dari seluruh dunia dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan kami berkomitmen memastikan sepak bola benar-benar menyatukan dunia ketika turnamen dimulai di Amerika Utara pada Juni mendatang,” lanjut Infantino. Kendati demikian, FIFA menegaskan layanan FIFA PASS tidak memberikan jaminan kepada seseorang untuk masuk ke Amerika Serikat. Pemohon diketahui tetap harus menjalani proses pemeriksaan latar belakang (security vetting) secara menyeluruh.

Sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harry Kane menyabet Ballon d’Or 2026
David Beckham Masuk Bursa Pencalonan Presiden FIFA, Tantang Infantino
Rating Calvin Verdonk di Laga Lille Vs Brest 1-1: Turun dari Cadangan, Main 36 Menit
Jelang Timnas Indonesia Tampil di Piala Asia 2027, PSSI Bakal Dapat Rp391 Miliar dari FIFA
Calvin Verdonk Jadi WNI Pertama di Liga Champions, Jersey Nomor 24 Diserahkan ke Demiane Agustien
Pertama Sejak 2024, Ronaldo Panaskan Bangku Cadangan Saat Portugal Tundukkan Norwegia
Sapu Bersih Kemenangan di FIFA Matchday Juni 2026, John Herdman Pede Timnas Indonesia Diperhitungkan pada Ajang Terdekat
RESMI – Pep Guardiola Mundur dari Man City, 10 Tahun Perjalanan Membuahkan 20 Trofi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:32 WIB

Harry Kane menyabet Ballon d’Or 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:22 WIB

David Beckham Masuk Bursa Pencalonan Presiden FIFA, Tantang Infantino

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Rating Calvin Verdonk di Laga Lille Vs Brest 1-1: Turun dari Cadangan, Main 36 Menit

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Jelang Timnas Indonesia Tampil di Piala Asia 2027, PSSI Bakal Dapat Rp391 Miliar dari FIFA

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Calvin Verdonk Jadi WNI Pertama di Liga Champions, Jersey Nomor 24 Diserahkan ke Demiane Agustien

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB