Iran Tidak Akan Hadiri Perundingan Kedua dengan AS di Pakistan

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Jakarta – Iran saat ini tidak berencana untuk menghadiri pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS). Kabar tersebut setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan negosiator AS ke Pakistan hanya beberapa hari sebelum gencatan senjata di Timur Tengah berakhir.
Dilansir AFP, Senin (20/4/2026), blokade AS yang sedang berlangsung terhadap pelabuhan Iran telah menjadi titik permasalahan yang signifikan, dan masalah itu kemungkinan akan semakin rumit dengan pengumuman Trump pada Minggu (19/4), bahwa sebuah kapal perusak Amerika telah menembak dan mengenai kapal Iran yang mencoba menghindarinya.

Stasiun penyiaran pemerintah IRIB pada Minggu (19/4), mengutip sumber-sumber Iran yang mengatakan “saat ini tidak ada rencana untuk berpartisipasi dalam putaran pembicaraan Iran-AS berikutnya”.

Kantor berita Fars dan Tasnim sebelumnya mengutip sumber anonim yang mengatakan “suasana keseluruhan tidak dapat dinilai sangat positif”, menambahkan bahwa pencabutan blokade AS adalah prasyarat untuk negosiasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, IRNA yang dikelola pemerintah Iran menunjuk pada blokade dan “tuntutan yang tidak masuk akal dan tidak realistis” dari Washington, mengatakan bahwa “dalam keadaan ini, tidak ada prospek yang jelas untuk negosiasi yang bermanfaat”.

Iran dan AS, bersama dengan Israel, hanya tinggal tiga hari lagi menuju berakhirnya gencatan senjata selama dua minggu yang menghentikan perang Timur Tengah, yang dipicu oleh serangan mendadak AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Sejauh ini hanya ada satu sesi negosiasi selama 21 jam yang diadakan di Islamabad pada 11 April yang berakhir tanpa kesimpulan, meskipun persiapan untuk pembicaraan baru terus berlanjut setelahnya.

“Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya,” kata Trump dalam sebuah unggahan pada Minggu (19/4), sambil juga memperbarui ancamannya terhadap infrastruktur Iran jika kesepakatan tidak tercapai.

Trump telah berada di bawah tekanan untuk menemukan jalan keluar sejak Teheran bergerak di awal perang untuk menutup Selat Hormuz. Jalur air vital ini merupakan jalur bagi seperlima minyak dan gas alam cair dunia di masa damai, dan penutupannya telah menghantam ekonomi global dan mengacaukan pasar.

Baca Juga:  Xi Jinping Tiba di Korut, Disambut Kim Jong Un dan Istri

Setelah gagal memaksa selat itu dibuka kembali, Trump membalas dengan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dalam upaya untuk memutus pendapatan minyak Teheran.

Pada Minggu (19/4), ia mengumumkan bahwa sebuah kapal kargo besar berbendera Iran “berusaha melewati blokade angkatan laut kami, dan itu tidak berjalan baik bagi mereka.”

Sebuah kapal perusak AS memperingatkan kapal tersebut untuk berhenti dan kemudian memaksanya berhenti dengan “membuat lubang di ruang mesin,” kata Trump, menambahkan: “Saat ini, marinir AS telah mengamankan kapal tersebut.”

Trump mengatakan kapal berbendera Iran, Touska, berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS “karena riwayat aktivitas ilegal sebelumnya.”

Iran sempat membuka kembali selat tersebut pada Jumat (17/4), sebagai pengakuan atas gencatan senjata Israel-Hezbollah di Lebanon, tetapi menutupnya kembali pada hari berikutnya sebagai tanggapan atas blokade yang dipertahankan Amerika Serikat.

Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa setiap upaya untuk melewati selat tanpa izin “akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi sasaran”.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pada Minggu (19/4), mengatakan bahwa blokade tersebut merupakan “pelanggaran” terhadap gencatan senjata dan hukuman kolektif ilegal terhadap rakyat Iran.

Sejumlah kecil kapal tanker minyak dan gas telah melintasi selat tersebut pada Sabtu (18/4) pagi, selama pembukaan kembali yang singkat, tetapi pada Minggu (19/4) pagi, data pelacakan menunjukkan jalur air tersebut kosong dari kapal. Pada sore hari sebelumnya, tiga insiden yang melibatkan tembakan dan ancaman Iran terhadap kapal komersial menunjukkan bahaya dari setiap upaya penyeberangan.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini
6 Juta Anak Selamat Berkat Polri-BNN Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh
RI Resmi Pangkas Ekspor Gas, Singapura Beri Respons Tak Terduga
Survei Poltracking: Angka Kepercayaan Publik ke Pemerintahan Prabowo 64,8%
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB