BIM | PEKANBARU, Seekor gajah sumatera mati mengenaskan akibat dibunuh secara sadis di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Pembunuhan gajah tak bersalah itu dikecam publik.
Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Riau, meminta penegak hukum untuk dapat menangkap pelakunya. Di samping itu, WALHI juga mendesak pemerintah untuk merevisi kebijakan pemberian konsesi hutan tanaman industri (HTI).
“Kami mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), untuk merevisi kebijakan pemberian konsesi HTI, guna memprioritaskan keberlanjutan ekologis dan perlindungan habitat satwa,” kata Direktur WALHI Riau, Eko Yunanda kepada Kompas.com melalui keterangan tertulis, Minggu (8/2/2026). Desakan ini semata-mata bertujuan untuk keberlangsungan hidup satwa dilindungi di Bumi Lancang Kuning.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan biarkan Riau menjadi arena konflik yang mengancam keanekaragaman hayati,” tegas Eko. Eko mengatakan, publik harus mengawal kasus ini, serta mendorong perubahan dan penguatan kebijakan.
Selain itu, mendukung upaya hukum untuk memastikan praktik berkelanjutan dan pertanggungjawaban korporasi atas hilangnya habitat ekosistem satwa yang dilindungi dan mengakibatkan hidupnya terancam oleh aktivitas perburuan. “Ruang hidup gajah sumatera yang populasinya sudah kritis, tidak boleh dikorbankan demi kepentingan industri,” jelas Eko.
Tanpa kepala
Sebagaimana diberitakan, seekor gajah sumatera ditemukan mati mengenaskan di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, Senin (2/2/2026) malam.
Bangkai gajah jantan berusia sekitar 40 tahun, itu ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan. Kepalanya terpotong.
Dari hasil pemeriksaan bangkai gajah jantan itu, kedua gadingnya juga sudah hilang diduga diambil pelaku.
Petugas kepolisian menemukan 2 potongan logam proyektil peluru, yang mengindikasikan bahwa gajah tersebut dibunuh dengan cara ditembak dan dibantai. Gajah dengan kepala terpenggal, ditemukan dalam posisi duduk. Hingga kini, aparat belum berhasil menangkap pelaku pembunuh gajah tersebut. Pihak kepolisian dan BBKSDA Riau, saat ini sedang melakukan penyelidikan.
Sumber : kompas.com











