Bandara Ditutup, Warga Malaysia Tak Bisa Pulang usai Nonton Kahitna

- Penulis

Senin, 7 September 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang memuntahkan abu vulkanik sejak Jumat lalu berdampak serius pada moda transportasi udara. Sebanyak enam bandara terpaksa menghentikan operasional, memicu pembatalan massal pada penerbangan domestik maupun internasional. Akibatnya, sejumlah warga negara asing yang sedang berada di Indonesia terlantar dan harus menanggung melonjaknya biaya perjalanan hingga tiga kali lipat.

Salah satu terdampak adalah Dhia Adawiah (26) asal Kuala Lumpur, Malaysia. Dhia, yang bertandang ke Jakarta sejak 4 September untuk menyaksikan konser grup musik Kahitna, terpaksa tertahan setelah penerbangan Batik Air miliknya dibatalkan.

“Harga semua tiket pesawat naik tiga kali lipat. Saat saya cek, penerbangan termurah yang tersedia untuk besok RM1.071 (sekitar Rp3,8 juta), ditambah biaya ekstra RM150 untuk menginap satu malam lagi di hotel,” kata Dhia melansir Strait Times (7/9).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengaku belum mendapat kepastian dari maskapai sehingga terpaksa mengajukan refund demi membeli tiket baru saat situasi membaik.

Baca Juga:  Mualem Hadiri Silaturahmi Bersama Menko Polkam, Dorong Harmonisasi Pusat-Daerah

Nasib serupa dialami Fatin Nur Athirah Mohd Rodzi asal Shah Alam, Malaysia.

Datang bersama lima anggota keluarganya untuk urusan pekerjaan, Fatin dijadwalkan terbang kembali ke Malaysia menggunakan KLM Royal Dutch Airlines. Namun, ia mendapati penerbangannya dibatalkan melalui pemberitahuan singkat.

Situasi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dilaporkan cukup kacau dan dipenuhi penumpang yang terlantar.

“Bandara sangat ramai dengan warga Malaysia lainnya. Saya juga melihat banyak abu menutupi kendaraan,” tutur Fatin.

Ia menambahkan bahwa penutupan loket maskapai di bandara makin mempersulit keadaan, padahal anak-anaknya harus kembali bersekolah dan ia harus bekerja.

Sejauh ini, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau tidak hanya mengganggu rute Jakarta-Kuala Lumpur, tetapi juga memutus konektivitas penerbangan menuju beberapa destinasi internasional lain seperti Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul, Doha, hingga Amsterdam.

Penumpang diimbau terus memantau pembaruan status penerbangan dari pihak otoritas bandara dan maskapai secara berkala.

Sumber : cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB