Awal Puasa 2026 Versi NU, Muhammadiyah, Pemerintah, dan BRIN

- Penulis

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Jakarta, Awal Ramadan 1447 Hijriah atau puasa 2026 kembali berpotensi tidak seragam. Perbedaan ini bukan semata soal hasil rukyat, melainkan perbedaan pendekatan dalam menentukan posisi hilal yang digunakan oleh pemerintah, organisasi keagamaan, dan kalangan peneliti.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi awal puasa tahun ini berpeluang jatuh pada tanggal berbeda, yakni antara 18 atau 19 Februari 2026, tergantung kriteria yang digunakan.

Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, menjelaskan sumber perbedaan kali ini bukan lagi perdebatan posisi hilal semata, melainkan penggunaan konsep hilal lokal dan hilal global.

“Potensi perbedaan awal Ramadan 1447 H cukup besar. Bukan karena data astronominya berbeda, tetapi karena kriteria yang digunakan, apakah berbasis wilayah lokal atau global,” ujar Thomas mengutip detikcom, Jumat (6/2/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Thomas menjelaskan, mayoritas ormas Islam dan pemerintah Indonesia menggunakan pendekatan hilal lokal, yaitu mensyaratkan visibilitas hilal di wilayah Indonesia.

“Pada magrib 17 Februari, posisi bulan masih di bawah ufuk. Karena itu, jika memakai hilal lokal, awal Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026,” jelasnya.

Namun, hasilnya berbeda jika menggunakan pendekatan hilal global, yakni selama hilal sudah memenuhi kriteria di wilayah manapun di dunia dan konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.

“Dengan kriteria global, posisi hilal pada 17 Februari sudah memenuhi syarat di Alaska. Maka awal Ramadan bisa ditetapkan pada 18 Februari 2026,” tambah Thomas.

Pemerintah Tunggu Sidang Isbat

Penetapan resmi awal Ramadan di Indonesia tetap berada di tangan Kementerian Agama RI melalui sidang isbat. Kemenag menjadwalkan pengamatan hilal dan sidang isbat pada 17 Februari 2026.

Baca Juga:  Kak Na Ajak Masyarakat Jaga dan Promosikan Potensi Wisata Alam Pucok Krueng

Berdasarkan prakiraan BMKG, posisi hilal saat matahari terbenam pada 17 Februari masih berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia. Ketinggian hilal tercatat berkisar antara minus 2,41 derajat di Jayapura hingga minus 0,93 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat.

Artinya, secara rukyat, hilal diperkirakan belum mungkin terlihat pada hari tersebut. Jika merujuk kriteria ini, awal Ramadan kemungkinan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Indonesia sendiri menggunakan kriteria imkanur rukyat yang disepakati negara anggota MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Pada 18 Februari 2026, BMKG mencatat posisi hilal sudah berada di atas horizon dengan ketinggian antara 7,62 derajat hingga 10,03 derajat, serta elongasi di atas 10 derajat, yang secara teori telah memenuhi kriteria visibilitas.

Muhammadiyah Sudah Tetapkan

Pendekatan hilal global digunakan oleh Muhammadiyah. Melalui maklumat resmi, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan tersebut didasarkan pada hisab hakiki dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal yang digunakan internal Muhammadiyah.

NU Masih Menunggu Rukyat

Sementara itu, Nahdlatul Ulama belum mengumumkan keputusan resmi. NU masih menunggu hasil rukyatul hilal menjelang akhir Syaban. Meski begitu, berdasarkan kalender Almanak NU, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, sejalan dengan pendekatan hilal lokal yang umum digunakan.

Dengan demikian, awal puasa 2026 berpotensi berbeda antara 18 dan 19 Februari. Pemerintah mengimbau masyarakat menunggu hasil sidang isbat sebagai keputusan resmi nasional, sembari menghormati perbedaan metode yang digunakan masing-masing pihak.

Sumber : CNBCindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
WAGUB ACEH HADIRI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H DAN DOA BERSAMA PERINGATI SATU TAHUN BENCANA BANJIR DAN LONGSOR DI DATARAN TINGGI GAYO
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB