Isak Tangis Kapten MT Honour Kenang 5 ABK Tewas di Tangan Perompak Somalia

- Penulis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kapten kapal tanker MT Honour, Ashari Samadikun, tak kuasa menahan air matanya dan meminta maaf atas tewasnya 5 ABK kapal tanker MT Honour selama disandera oleh perompak Somalia.

Kelima ABK tersebut merupakan anak buahnya yang bekerja di atas kapal. Namun nahas, mereka menjadi korban kebrutalan perompak Somalia.

“​Memohon maaf sebesar-besarnya kepada kelima keluarga kru saya yang telah meninggal. Saya tidak bisa menepati janji saya untuk membawa semua kru saya dengan selamat. Saya memohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Ashari sembari menangis di hadapan awak media, Selasa (6/10/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saking tak kuatnya menahan tangis, Ashari dipeluk oleh ABK lain yang juga ikut menangis. Bahkan sampai pemberian keterangan media selesai, Ashari masih menangis meninggalkan Gedung VIP.

Meski begitu, Ashari juga sempat mengucapkan rasa terima kasih dan syukurnya kepada Pemerintah Indonesia yang terus mengusahakan pembebasan kepada 4 ABK berwarganegara Indonesia.

Baca Juga:  Pemerintah Aceh Raih Opini WTP ke-11 Berturut-turut dari BPK RI

“Saya berterima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan, yang di mana hari pertama saya mendapatkan kesempatan untuk menghubungi di luar kapal, yaitu yang pertama saya hubungi adalah Kedutaan Besar di Nairobi,” tuturnya.

Dia juga menuturkan rasa terima kasihnya kepada Kementerian Luar Negeri yang menenangkan keluarganya di Indonesia. Sebab, selama 6 bulan lamanya keluarga tak menerima kabar sama sekali.

“Telah mensupport kami, mensupport keluarga kami, menenangkan keluarga kami. Semoga Allah membalas jasa-jasa para pemerintah kami,” katanya.

Seperti diketahui, 4 ABK Indonesia dari kapal tanker MT Honour berhasil diselamatkan dari perompakan Somalia. Mereka disandera selama 6 bulan lamanya di tengah laut.

Hingga akhirnya, pada 29 September 2026, negara bagian Somalia, Galmudug melakukan operasi pembebasan para sandera.

Sumber : liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini
6 Juta Anak Selamat Berkat Polri-BNN Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh
RI Resmi Pangkas Ekspor Gas, Singapura Beri Respons Tak Terduga
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB