Band Inggris Diusir Singapura gegara Kibarkan Bendera Palestina Saat Konser

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Singapura – Band asal Inggris, Massive Attack, diusir dan dicekal Singapura setelah menampilkan aksi pro-Palestina selama pertunjukan di Singapura. Personel band tersebut mengibarkan bendera Palestina dan dianggap melanggar aturan ketat di Singapura.
Dilansir BBC, Minggu (2/8/2026), personel band itu meneriakkan ‘bebaskan Palestina’ dalam konser pada Rabu lalu. Beberapa penonton dilaporkan ikut bergabung dalam aksi itu.

Kepolisian Singapura kemudian melarang Massive Attack untuk memasuki negara itu di masa mendatang. Sementara, regulator media secara bersamaan mengatakan tidak akan mengabulkan permohonan mereka untuk tampil di Singapura pada masa mendatang.

Negara anggota ASEAN itu memiliki aturan ketat tentang pidato publik dan apa yang dianggap sebagai demonstrasi. Singapura beralasan aturan itu perlu untuk melindungi keharmonisan sosial.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak berwenang sebelumnya telah menyelidiki acara publik yang terkait dengan perang Israel di Gaza. Awal tahun ini, mereka mendenda beberapa orang karena menyelenggarakan pawai tanpa izin untuk mendukung perjuangan Palestina.

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan kedua anggota band tersebut telah diberi ‘peringatan keras’ terkait dugaan pelanggaran berdasarkan Pasal 3 Undang-Undang Lambang Kebangsaan Asing (Pengendalian Penayangan) 1949 dan Pasal 16 Undang-Undang Ketertiban Umum. Kedua undang-undang tersebut melarang penayangan bendera asing di tempat umum dalam sebagian besar kasus dan menetapkan syarat-syarat pada acara publik yang bersifat politik.

“Kedamaian dan kerukunan antara berbagai ras dan agama di Singapura tidak boleh dianggap remeh, dan kita tidak boleh membiarkan peristiwa eksternal mempengaruhi masyarakat kita,” ujar Kepolisian Singapura.

Baca Juga:  Terima Silaturahmi Kepala BKKBN Aceh, Plt. Sekda Tegaskan Dukungan Pemerintah Aceh

Massive Attack saat ini sedang melakukan tur dunia dengan penampilan. Pertunjukan mereka berikutnya dijadwalkan akan diadakan di Seoul.

Band yang mempelopori genre trip-hop ini telah lama dikenal karena sikap politik yang terbuka terhadap sejumlah isu, termasuk perang di Gaza. Grup ini saat ini terdiri dari anggota pendiri Robert Del Naja dan Grant Marshall.

Del Naja ditangkap awal tahun ini ketika ia ikut serta dalam demonstrasi di London. Dia dituduh menunjukkan dukungan untuk Palestine Action, yang merupakan organisasi terlarang di Inggris.

Pada tahun 2023, Kementerian Dalam Negeri Singapura telah mengeluarkan pernyataan yang menyarankan untuk tidak menampilkan dan mengenakan barang-barang yang berkaitan dengan perang Israel-Gaza di depan umum, termasuk lambang negara asing. Polisi Singapura juga telah meluncurkan penyelidikan terhadap acara offline dan online, dan secara efektif melarang pertemuan publik yang terkait dengan perang tersebut.

Pemerintah Singapura secara konsisten mendukung ‘solusi dua negara’, yang akan memungkinkan negara Palestina untuk berdiri berdampingan dengan Israel, serta keanggotaan penuh Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Juru bicara kepolisian mengatakan bahwa regulator media Singapura masih menyelidiki kemungkinan pelanggaran sejumlah syarat izin yang dikenakan pada konser tersebut dan ‘akan mengambil tindakan yang diperlukan’ setelah penyelidikan selesai.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB