Gempa Kembar Venezuela, Gubernur Mualem Sampaikan Belasungkawa Mendalam

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), merespon peristiwa gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela dan menelan korban ribuan jiwa. “Pemerintah Aceh menyampaikan duka dan belasungkawa yang mendalam, semoga kondisi Venezuela dapat segera pulih kembali,” kata Mualem, Kamis (2 Juli 2026).

Melalui Jubir Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, Gubernur mengimbau seluruh masyarakat Aceh mendoakan keselamatan dan kesehatan bagi korban yang selamat dari bencana tersebut. “Ini berkaitan dengan tragedi kemanusiaan. Jika memiliki kemampuan, silakan memberi bantuan kemanusiaan untuk Venezuela yang sedang berduka,” katanya.

Disampaikan juga bahwa Gubernur Mualem sangat memahami betapa beratnya beban yang sedang dihadapi Pemerintah Venezuela. “Kita dulu pernah mengalami bencana tsunami yang dahsyat,” kata Nurlis. Pada 26 Desember 2004, gempa berkekuatan 9,1–9,3 Mw yang berpusat di Samudra Hindia memicu gelombang tsunami yang merenggut lebih dari 170.000 jiwa di Aceh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu negara yang membantu Aceh saat itu adalah Pemerintah Venezuela. Di antara bantuannya berupa dana kemanusiaan senilai 2 juta dolar Amerika Serikat untuk pemulihan infrastruktur, layanan medis, dan penanganan darurat para korban selamat pada masa tanggap darurat dan rekonstruksi Aceh.

Salah satu jejak bantuan Venezuela untuk Aceh adalah berdirinya Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven) di Aceh Besar. Nama Venezuela pada kampus tersebut merupakan bentuk apresiasi atas bantuan dan kerja sama kemanusiaan dari Pemerintah Venezuela pada masa rekonstruksi pascatsunami Aceh tahun 2004.

Baca Juga:  Fadhlullah : Tantangan Aceh Kini Memastikan Manfaat Perdamaian

Saat ini, gempa kembar berkekuatan Mw 7,2 dan Mw 7,5 telah memicu krisis kemanusiaan di Venezuela. Berpusat di San Felipe, Yaracuy, bencana yang terjadi pada Rabu (24 Juni 2026) tersebut telah menewaskan sedikitnya 2.295 orang hingga Kamis (2 Juli 2026). Pemerintah Venezuela telah menetapkan status keadaan darurat dan masa berkabung selama tujuh hari.

Selain itu, dilaporkan sebanyak 11.267 orang mengalami luka-luka dan 43.251 orang masih hilang di bawah reruntuhan. Sekolah-sekolah ditutup, tenaga kesehatan kewalahan menangani para korban, sementara bencana juga menghancurkan infrastruktur secara luas, termasuk menyebabkan kerusakan operasional pada Bandara Internasional Simón Bolívar dan Pelabuhan La Guaira.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah menyampaikan duka cita mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela atas bencana tersebut. Indonesia bergabung dengan 24 negara lainnya dalam memberikan solidaritas kemanusiaan internasional bagi upaya pemulihan Venezuela.

Di tengah penyampaian duka kepada rakyat Venezuela, Pemerintah Aceh saat ini juga tengah menangani bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kabupaten/kota sejak akhir Juni 2026. Bencana berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang telah menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur serta berdampak pada ribuan warga, sehingga Pemerintah Aceh terus mengoordinasikan penanganan darurat bersama pemerintah kabupaten/kota dan seluruh unsur terkait guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB