BIREUEN – Sebanyak 20 keping pelat besi lantai jembatan Bailey di Jembatan Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, mengalami kerusakan. Akibatnya, jembatan tersebut sempat ditutup pada Sabtu (27/6/2026) mulai pukul 13.00 hingga 20.00 WIB untuk proses perbaikan.
Hingga Minggu (28/6/2026), perbaikan belum seluruhnya selesai. Jembatan diperkirakan akan kembali ditutup sementara untuk melanjutkan pekerjaan, menyesuaikan kondisi kerusakan yang masih ada.
Pantauan Serambinews.com pada Sabtu sore menunjukkan sejumlah pekerja masih melakukan pengelasan pada pelat besi lantai jembatan yang rusak. Sebuah alat berat jenis excavator juga dikerahkan di lokasi untuk menekan pelat besi agar proses pengelasan lebih mudah dilakukan. Pelat yang patah atau terlepas dilas kembali ke posisi semula.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penutupan jembatan membuat sebagian kendaraan roda empat dari arah Kutablang maupun Peusangan memilih jalur alternatif melalui Jembatan Apung Kepala Hiu di kawasan Pante Lhong, Kecamatan Peusangan.
Sementara itu, kendaraan roda empat dan roda enam lainnya dialihkan melalui Jembatan Awe Geutah di kawasan Paya Teupin Reudeup, Kecamatan Peusangan Selatan.
Adapun truk besar, bus antarkota antarprovinsi (AKAP), mobil tangki, dan sebagian minibus memilih bertahan di sekitar Jembatan Kutablang. Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga sekitar tiga kilometer, baik dari arah Medan menuju Banda Aceh maupun sebaliknya.
Asisten Barang Milik Negara (BMN) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah I, Fachruddin, mengatakan penutupan dilakukan untuk memperkuat kembali beberapa bagian lantai jembatan yang berbahan pelat besi.
“Ada 20 pelat besi yang patah dan rusak. Selain itu, bagian bawah jembatan atau leger juga mengalami kerusakan sehingga jembatan terpaksa ditutup sementara,” ujarnya.
Menurut Fachruddin, semula pekerjaan diperkirakan selesai pada pukul 18.00 WIB. Namun, karena perbaikan belum rampung, pekerjaan dilanjutkan hingga jembatan baru dapat dibuka kembali pada pukul 20.00 WIB.
Ia menjelaskan, proses perbaikan setiap keping pelat besi membutuhkan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam. Pada hari pertama, baru lima keping yang berhasil diperbaiki, sedangkan 15 keping lainnya masih menunggu perbaikan.
“Perbaikan terhadap 15 keping pelat besi yang tersisa akan dilanjutkan pada waktu berikutnya. Untuk itu, jembatan kemungkinan akan kembali ditutup sementara selama proses pekerjaan berlangsung,” pungkasnya.
Sumber : serambinews.com











