Di Demo Berbulan-Bulan, Presiden Ini Akhirnya Putuskan Mundur

- Penulis

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Jakarta – Presiden Serbia Aleksander Vucic bakal mengakhiri 12 tahun kepemimpinannya dalam beberapa minggu. Pengumuman ini menyusul demo anti pemerintah oleh mahasiswa yang dilakukan selama 18 bulan.

“Saya hanya akan menjabat sebagai presiden selama beberapa minggu lagi dan saya akan mengundurkan diri,” kata Vucic, dikutip dari Reuters, Minggu (28/6/2026).

Vucic seharusnya baru turun dari masa jabatan keduanya pada pertengahan 2027 mendatang. Namun dia juga tak menyebutkan pasti kapan pengunduran diri dan pembubaran parlemen yang dipimpinnnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah mundurnya Vucic, Serbia akan mengadakan pemilihan presiden dan parlemen lebih awal dari ketentuan pada 2027 mendatang. Vucic sendiri memastikan dirinya akan membantu partai miliknya Progresif Serbia (SNS) untuk memenangkan pemilihan nanti.

Mahasiswa memimpin protes anti-pemerintah, yang dipicu runtuhnya tenda di stasiun keretap api di kota Novi Sad pada November 2024. Kejadian itu menewaskan 16 orang.

Baca Juga:  Pj Gubernur Safrizal: Karakter Aceh adalah Karakter Islam

Sejumlah pihak, dari pengunjuk rasa, oposisi, dan kelompok hak asasi manusia menuding kejadian itu sebagai tanda salah urus proyek kontruksi serta korupsi yang meluas.

Keputusan mundur Vucic tidak akan membuat dia meninggalkan panggung politik. Jika partainya menang maka jalan dia menjadi perdana menteri masih terbuka lebar.

“Ini sama sekali bukan akhir dari Vucic. Dia sudah punya rencana dan jelas bukan berarti dia akan pensiun dari dunia politik, justru sebaliknya,” jelas analis Radivoje Grujic.

Namun Vucic punya penantang dari aktivis gerakan mahasiswa dan pihak oposisi untuk pemilihan kali ini. Kedua belah pihak menyatakan keinginan besar menantang Vucic dan SNS.

“Dengan mengundurkan diri dan pemilihan presiden serta parlemen dini, Vucic mencoba mencegah kejatuhan tak terhindarkan, karena protes dan gerakan mahasiswa, yang punya dukungan lebih besar dari dirinya,” kata kepala gerakan oposisi mahasiswa Move-Change, Savo Manojlovic.

Sumber : cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB