Obrolan Pejabat Bea Cukai Sebelum Kena OTT KPK: Hati-Hati Coy, Kita Diintip

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Jakarta – Jaksa KPK menghadirkan Kasubdit Intel Bea Cukai Sisprian Subiaksono sebagai saksi sidang kasus korupsi importasi di Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan. Dalam sidang ini, terungkap Sisprian sempat merasa ‘diintip’ oleh KPK sebelum kena operasi tangkap tangan (OTT).

Mulanya, jaksa menunjukkan percakapan antara Sisprian dengan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Orlando Hamonangan atau Ocoy, yang juga tersangka kasus ini. Dalam percakapan tersebut, Sisprian menyampaikan dirinya merasa sedang ‘diintip’ oleh KPK dan turut meminta Orlando berhati-hati.

“Jadi ini tanggal 3, H-1 sebelum dilaksanakannya OTT. Nah, ini saksi, ‘Iya Bro’, kemudian ‘Hati-hati coy, katanya kita sedang diintip’. Ini komunikasi saksi di jam 10.47.04. Apa yang saksi pahami ‘Kita lagi diintip’? Bahasa intel ini. Tolong saksi jelaskan,” ujar jaksa M Takdir Suhan kepada Sisprian dalam sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai informasi, Sisprian dan Orlando merupakan pejabat Ditjen Bea Cukai yang berstatus sebagai tersangka usai terjaring OTT KPK. Namun, kasus keduanya belum dilimpahkan ke pengadilan sehingga mereka belum disidang.

Kembali ke Sisprian, dia mengaku meminta Orlando berhati-hati setelah mendengar informasi dari sejumlah pihak bahwa Ditjen Bea Cukai sedang dipantau KPK. Peringatan Sisprian terhadap Orlando juga berkaitan dengan adanya ‘dana operasional’ yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Izin Yang Mulia, waktu itu kami mendengar banyak informasi bahwa banyak yang memantau pergerakan kita. Makanya saya sampaikan ke Orlando untuk hati-hati. Karena saya tahu bahwa ada dana operasional di kita. Saya takut itu yang menjadi masalah,” kata Sisprian.

“Baik. Nah, kemudian yang saksi pahami yang mengintip ini siapa? KPK kah atau siapa?” tanya jaksa.

Baca Juga:  Plt Sekda Aceh Terima Audiensi Terkait Pengembangan KEK Arun

“Salah satunya KPK,” jawab saksi.

Jaksa merasa heran Sisprian bisa memperoleh informasi tengah dipantau oleh KPK. Sebab, kata jaksa, OTT merupakan kegiatan tertutup.

“Bisa tolong disampaikan siapa yang kasih spill-spill info ini?” tanya jaksa.

“Teman sekitaran Pak. Tapi, izin Yang Mulia, ini sebagian juga hasil analisa kami. Karena setiap kali kita habis melakukan penindakan besar, kami disusul dengan OTT, di-apa, upaya penggeledahan di kami,” jawab saksi.

Jaksa mempersoalkan juga terkait rasa takut pihak Sisprian sehingga meminta Orlando berhati-hati. Jaksa mengatakan semestinya Sisprian tak perlu merasa takut jika tidak ada masalah.

“Kalau memang tidak ada apa-apa kenapa takut ya? Ini bahasa bijak kalau saya katakan. Kenapa muncul ketakutan?” tanya jaksa.

“Izin, Yang Mulia, di sebelumnya saya sampaikan saya tahu mengenai dana operasional,” jawab saksi.

Terdakwa dalam sidang ini ialah John Field selaku pimpinan Blueray Cargo (Grup), Dedy Kurniawan Sukolo selaku Manajer Operasional Custom Clearance Pelabuhan pada Blueray Cargo (Grup), dan Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi pada Blueray Cargo (Grup).

Dalam kasus ini, jaksa KPK mendakwa tiga terdakwa pimpinan Blueray Cargo dalam kasus suap importasi barang pada Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Tiga terdakwa tersebut ialah terdakwa I John Field selaku pimpinan Blueray Cargo, terdakwa II Deddy Kurniawan Sukolo selaku Manajer Operasional Blueray Cargo, dan terdakwa III Andri selaku ketua tim dokumen Blueray Cargo.

Jaksa KPK mengatakan ketiganya memberikan uang Rp 61,3 miliar dalam bentuk mata uang dolar Singapura. Selain uang, menurut jaksa, ketiganya didakwa memberikan sejumlah fasilitas serta barang mewah mencapai Rp 1,8 miliar.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB