RI Gandeng 9 Negara, Rp13,2 Triliun Terbongkar, 3.018 Penipu Ditangkap

- Penulis

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Jakarta – Indonesia memperketat perang melawan penipuan keuangan lintas negara. Melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), Indonesia bersama sembilan otoritas dari Singapura, Hong Kong, Korea Selatan, Malaysia, Maladewa, Thailand, Makau, Brunei, dan Kanada menggelar operasi terpadu bertajuk Operation FRONTIER+ selama periode 10 Maret hingga 7 Mei 2026.

Operasi ini dilakukan untuk memperkuat koordinasi antarnegara dalam membongkar jaringan penipuan lintas batas yang kian masif dan merugikan masyarakat serta sektor keuangan global.

Dalam operasi tersebut, lebih dari 3.200 personel diterjunkan untuk menindak berbagai modus penipuan. Mulai dari penipuan belanja daring atau e-commerce, penipuan lowongan kerja, investasi bodong, penipuan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah, hingga modus penyamaran sebagai kerabat atau teman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengutip keterangan pers, dari operasi bersama tersebut, aparat anti-scam dan penegak hukum berhasil mencatat sejumlah capaian besar.

Pertama, sebanyak 3.018 orang ditangkap. Para pelaku yang diamankan berasal dari rentang usia yang sangat luas, yakni mulai 13 tahun hingga 85 tahun. Kedua, sebanyak 7.553 orang kini masih dalam proses penyelidikan karena diduga terlibat dalam jaringan penipuan.

Ketiga, aparat berhasil mengungkap lebih dari 138 ribu kasus penipuan dengan total kerugian yang ditimbulkan mencapai US$ 752 juta atau sekitar Rp 13,2 triliun. Keempat, sekitar 102 ribu rekening bank yang terindikasi terkait aktivitas penipuan telah dibekukan. Kelima, dana hasil tindak pidana yang berhasil diamankan mencapai lebih dari US$ 161 juta atau sekitar Rp 2,8 triliun.

Baca Juga:  Ketua TP PKK Aceh Lanjutkan Kunker Jemput Data Warga Miskin di Nagan Raya

Pembentukan platform kolaborasi lintas negara FRONTIER+ dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi internasional dalam memberantas penipuan global.

Saat ini, FRONTIER+ melibatkan perwakilan anti-scam centre dari 14 yurisdiksi, yakni Singapura, Hong Kong, Korea Selatan, Malaysia, Indonesia, Maladewa, Thailand, Makau, Brunei, Kanada, Australia, Uni Emirat Arab, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat.

Platform tersebut menjadi wadah pertukaran informasi dan intelijen secara real-time, sekaligus mendukung pelaksanaan operasi gabungan lintas negara secara berkala.

Ke depan, cakupan FRONTIER+ disebut akan terus diperluas dengan melibatkan lebih banyak negara agar penegakan hukum terhadap kejahatan penipuan global semakin efektif.

Di tengah meningkatnya kompleksitas modus penipuan digital, masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan.

Otoritas meminta masyarakat tidak mudah percaya pada penawaran yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Publik juga diminta memastikan legalitas pelaku usaha maupun produk jasa keuangan melalui kanal resmi OJK di Kontak 157.

Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai tawaran yang datang lewat pesan pribadi, media sosial, atau tautan yang sumbernya tidak jelas.

OJK juga mengingatkan agar masyarakat menjaga kerahasiaan data pribadi, termasuk informasi rekening, kode OTP, dan kata sandi.

Apabila menemukan indikasi aktivitas keuangan ilegal masyarakat diminta segera melapor melalui kanal sipasti.ojk.go.id, dan melaporkan penipuan transaksi keuangan ke iasc.ojk.go.id.

Upaya kolaboratif lintas negara ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku serta meningkatkan pelindungan masyarakat dari ancaman penipuan yang semakin canggih dan terorganisir.

Sumber : cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB