Ketua DPR Aceh Diminta Diganti, Mahasiswa Sorot Rentetan Gaduh Zulfadhli

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Desakan agar Ketua DPR Aceh Zulfadhli alias Abang Samalanga diganti kembali mencuat. Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), Fathur, menilai rentetan polemik yang melibatkan pimpinan parlemen Aceh itu sangat miris karena terjadi saat eksekutif dan legislatif sama-sama berada dalam pengaruh Partai Aceh.

Zulfadhli diketahui merupakan kader Partai Aceh, sementara Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) juga menjabat Ketua Umum Partai Aceh. Menurut Fathur, situasi tersebut seharusnya menghadirkan stabilitas politik dan percepatan pembangunan, bukan justru kegaduhan internal yang terus berulang.

“Ini sangat miris. Ketika gubernur dan Ketua DPRA berasal dari kekuatan politik yang sama, rakyat berharap sinergi. Tetapi yang terlihat justru konflik dan kegaduhan,” kata Fathur, Selasa (14/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai kritik terhadap Zulfadhli lahir dari sejumlah fakta yang ramai diberitakan publik dalam beberapa bulan terakhir.

Salah satunya, pernyataan Zulfadhli saat menerima demonstran di halaman Gedung DPRA pada September 2025. Dalam pemberitaan media, Zulfadhli terdengar meminta massa menambah tuntutan dengan kalimat “pisah aja Aceh dengan pusat”. Pernyataan itu kemudian viral dan menuai polemik luas.

Selain itu, Fathur menyoroti konflik internal DPRA yang kerap mencuat ke ruang publik, mulai dari rapat paripurna yang memanas hingga cekcok antaranggota dewan.

Yang terbaru, anggota DPRA Rijaluddin secara terbuka meminta seluruh anggota dewan bertemu langsung dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf tanpa kehadiran unsur pimpinan DPRA. Permintaan itu disampaikan dalam rapat paripurna pada 6 April 2026.

Baca Juga:  Bantuan Lintas Daerah Mengalir ke Aceh, Tito Apresiasi Solidaritas Kepala Daerah

Sehari kemudian, Rijaluddin menjelaskan bahwa pertemuan tanpa pimpinan dimaksudkan agar anggota dewan bisa berbicara lebih lugas dan terbuka soal kondisi internal lembaga, serta karena komunikasi antara pimpinan dan anggota dinilai sangat rendah bahkan “tidak ada”.

Menurut Fathur, permintaan anggota dewan untuk bertemu gubernur tanpa pimpinan merupakan sinyal serius adanya krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan Ketua DPRA.

“Kalau sampai anggota DPRA ingin bicara langsung dengan gubernur tanpa pimpinan, itu pertanda hubungan internal sudah tidak sehat. Sangat mungkin mereka ingin menyampaikan keluhan, termasuk meminta agar Ketua DPRA diganti,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut memalukan bagi lembaga DPRA maupun Partai Aceh sebagai partai pemenang yang menempatkan kadernya di posisi strategis.

“Jangan sampai rakyat melihat mayoritas kekuasaan justru dipakai untuk konflik internal. Ini sangat merugikan citra partai dan lembaga,” katanya.

Fathur juga menyinggung berbagai persoalan rakyat Aceh, mulai dari ekonomi, lapangan kerja, hingga penanganan bencana, yang menurutnya lebih membutuhkan perhatian serius daripada pertikaian elite politik.

“Rakyat butuh solusi, bukan drama. Kalau Ketua DPRA terus menjadi sumber polemik dan tidak mampu menyatukan lembaga, maka sudah sewajarnya dievaluasi dan diganti,” kata Fathur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Kak Na Ajak Kader PKK Aceh Jaya Terlibat Aktif pada Upaya Penanggulangan TB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB