BIM | JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan, 104 Kepala Keluarga (KK) di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, sudah menempati hunian tetap sejak Sabtu (14/3/2026). Dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Senin (16/3/2026), halaman kompleks hunian itu sudah dilengkapi paving block atau bata beton dan drainase.
Selain itu, tersedia fasilitas umum berupa balai pertemuan dan masjid di kawasan yang sama. Semua rumah juga sudah dilengkapi dengan instalasi listrik dan mesin pompa air.
“Setiap huntap sudah berkeramik lengkap dengan perabotan interior seperti kursi tamu, meja makan, televisi, kompor, dan rak piring,” jelas Bakom dalam siaran pers, Senin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya itu, tersedia kasur, bantal, guling, dan lemari pakaian di dalam kamar. Sementara itu, kamar mandi sudah berkeramik dengan toilet jongkok dan bak mandi.
Adapun pembangunan huntap ini didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam). Hunian tersebut dibangun agar masyarakat terdampak bencana memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
Di sisi lain, BNPB memastikan proses penanganan dan pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra berjalan optimal.
BNPB berkolaborasi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus mendampingi masyarakat terdampak agar dapat menempati hunian yang layak dan aman.
Pemerintah kebut pembangunan
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) di tiga provinsi terdampak banjir Sumatera.
Ketua Satgas PPR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menuturkan, pembangunan huntap direncanakan sebanyak 17.969 unit. “Berdasarkan data Satgas PRR per 26 Februari, pembangunan huntap di tiga daerah terdampak bencana di Sumatera direncanakan sebanyak 17.969 unit, dan sudah terbangun 401 unit,” ujar Tito, dalam keterangan pers, Jumat (27/2/2026).
Rincian pembangunan huntap di tiga provinsi tersebut yakni 9.430 unit yang untuk penyintas di Aceh, sebanyak 104 unit dalam progres pembangunan. Kemudian, dari 4.493 unit yang direncanakan dibangun untuk penyintas di Sumut, sebanyak 524 unit dalam progres pembangunan.
“Jumlah pembangunan huntap di Sumut meningkat dibandingkan pekan lalu yang berjumlah 297 unit per 20 Februari,” ucap dia. Sementara di Sumbar, dari 4.046 unit huntap yang direncanakan dibangun untuk penyintas, sebanyak 817 unit dalam progres pembangunan.
Sumber : Kompas.com











