Rudal Balistik Iran Mulai Diluncurkan ke Turki, Erdogan Lakukan Ini

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 05:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM | Jakarta – Pemerintah Turki secara resmi mengumumkan pengerjaan pengerahan sistem pertahanan rudal Patriot di wilayah tengah negara tersebut pada Selasa (10/3/2026). Langkah darurat ini diambil hanya berselang satu hari setelah pakta pertahanan NATO berhasil mencegat rudal balistik kedua yang ditembakkan dari Iran saat melintasi wilayah udara Turki.

Kementerian Pertahanan Turki menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari penguatan keamanan nasional yang berkoordinasi langsung dengan aliansi internasional. Pihak kementerian menyatakan bahwa eskalasi serangan rudal belakangan ini telah memaksa Ankara untuk meningkatkan kewaspadaan di titik-titik vital.

“Langkah-langkah yang diperlukan sedang diambil untuk keamanan perbatasan dan wilayah udara kami, dan konsultasi sedang dilakukan dengan NATO serta sekutu kami. Selain langkah-langkah yang telah kami ambil di tingkat nasional, NATO telah memperkuat langkah-langkah pertahanan udara dan rudalnya,” tulis pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Turki dikutip AFP.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengerahan alutsista canggih ini difokuskan pada wilayah Malatya yang merupakan lokasi strategis bagi pertahanan udara regional. Wilayah ini menampung fasilitas militer krusial yang selama ini menjadi mata bagi aliansi Barat dalam memantau aktivitas militer di Timur Tengah.

“Dalam lingkup ini, sistem Patriot yang ditugaskan untuk mendukung perlindungan wilayah udara kami sedang dikerahkan di Malatya,” lanjut pernyataan kementerian tersebut.

Malatya sendiri dikenal sebagai lokasi pangkalan udara Kurecik, sebuah fasilitas utama yang diawaki oleh pasukan Amerika Serikat (AS). Pangkalan ini menampung sistem radar peringatan dini NATO yang memiliki kemampuan khusus untuk mendeteksi peluncuran rudal dari wilayah Iran.

Meskipun Ankara telah berulang kali membantah secara kategoris bahwa data radar tersebut pernah digunakan untuk membantu Israel, keberadaan pangkalan Kurecik tetap menjadi pemicu ketegangan dengan Teheran. Situasi semakin memanas setelah NATO menembak jatuh rudal kedua dari Iran, yang memicu reaksi keras dari Washington.

Baca Juga:  Trump Sebut Pertemuan AS dan Iran Digelar di Qatar Hari Ini

Pemerintah Amerika Serikat langsung mengambil tindakan tegas dengan menutup konsulat mereka di kota Adana yang terletak di bagian selatan Turki. Selain penutupan kantor diplomatik, Washington juga mengeluarkan perintah evakuasi dan mendesak seluruh warga negara Amerika untuk segera meninggalkan wilayah tenggara Turki.

Selain Kurecik, pasukan Amerika Serikat juga ditempatkan di pangkalan udara Incirlik, sebuah fasilitas kunci NATO lainnya yang hanya berjarak 10 kilometer di luar kota Adana. Sementara itu, pangkalan Kurecik terletak sekitar 350 kilometer lebih jauh ke arah timur laut dari lokasi tersebut.

Sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran, Teheran telah meluncurkan berbagai serangan ke seluruh wilayah Timur Tengah. Meskipun telah terjadi dua pencegatan rudal dalam kurun waktu lima hari, wilayah daratan Turki sejauh ini dilaporkan masih terhindar dari dampak kerusakan langsung.

Setelah rudal balistik pertama berhasil ditembak jatuh di wilayah udara Turki pada 4 Maret lalu, NATO menyatakan telah memperkuat postur pertahanan rudal balistik di seluruh aliansi. Namun, organisasi pertahanan tersebut menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut mengenai teknis pengerahan demi alasan keamanan operasional.

Keberadaan pangkalan Incirlik dan Kurecik sendiri merupakan isu yang sangat sensitif bagi publik dan pemerintah Turki. Ketegangan ini terbukti dengan tindakan kepolisian yang menangkap tiga jurnalis atas tuduhan pelanggaran keamanan nasional karena mengambil rekaman di dekat Incirlik, hanya beberapa jam setelah serangan Iran dimulai.

Sumber : cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.beranda-informasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi
Jual Solar Subsidi 300 Liter, Sopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Polisi
Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang
Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini
6 Juta Anak Selamat Berkat Polri-BNN Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh
RI Resmi Pangkas Ekspor Gas, Singapura Beri Respons Tak Terduga
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Amran Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas Buntut Kasus Oplos Beras Subsidi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Update Pemilu Israel: Exitpoll Belum Clear, Gadi Eisenkot Klaim Menang

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic yang Berkuasa Sejak 2014

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini

Berita Terbaru

Internasional

Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:24 WIB